GUNUNGKIDUL - Setidaknya, 60 persen diantaranya pengguna narkotika, obat-obatan terlarang dan minuman keras (miras) berasal dari kalangan remaja hingga dewasa.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengimbau, agar pelajar di Gunungkidul untuk menjauhi kenakalan remaja dan narkoba.
Hal itu disampaikan ketika Bupati menjadi pembina apel pagi di SMKN 2 Wonosari, Senin (15/1/2024).
"Harus membawa nama baik keluarga, namun tetap jaga kesehatan. Jauhilah kebiasaan buruk yang berisiko mengganggu kesehatan seperti narkoba. Ini musuh kita bersama," ujar Sunaryanta.
Sunaryanta mengajak para siswa untuk selalu menghormati orang tua, guru dan sesama teman harus bijak dalam bergaul.
"Pilihlah pertemanan yang positif, hormati guru, ikuti perintah guru dan orang tua agar bisa sukses dunia dan akhirat," ucapnya.
Tak hanya itu juga, Bupati menekankan kepada para pelajar untuk untuk tekun belajar di tengah tantangan era digital dan teknologi yang semakin maju.
"Namun harus diimbangi dengan keimanan dan ketaqwaan," tuturnya.
Menurutnya, era digitalisasi tidak mungkin dapat dibendung, banyak pelajar menggunakan media sosial untuk beraktualisasi diri.
"Gunakan media sosial dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Di samping itu, Kasat Res Narkoba Polres Gunungkidul AKP Budi Karyanto menyebut, sebanyak 30 orang dari usia 18 hingga 25 tahun terlibat dalam penyalahgunaan narkoba sepanjang Tahun 2023.
"Penyalahgunaan narkotika dan psikotropika 3 orang dan 47 obat-obatan terlarang," ujar Budi saat dihubungi.
Dari tangan para pelaku, pihakhya mengamankan 4,5 gram sabu-sabu dan 6.628 butir obat-obatan terlarang. (cr6)
Editor : Meitika Candra Lantiva