Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kelompok Tani di Rejosari Gunungkidul Dapatkan Bantuan Bangsal Pasca Panen untuk Pengolahan Hasil Pertanian

Andi May • Kamis, 11 Januari 2024 | 23:46 WIB
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meresmikan bangsal pasca panen di Kalurahan Rejosari, Semin, Kamis (11/1/2024).
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meresmikan bangsal pasca panen di Kalurahan Rejosari, Semin, Kamis (11/1/2024).

GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) DIY melalui DPP Kabupaten Gunungkidul memberikan bantuan bangsal pasca panen dan pengelolaan komoditas Hortikultura.

Bantuan digulirkan kepada kelompok wanita tani Agung Rejeki Bedil Wetan, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta meresmikan bangsal pasca panen sekaligus memberikan bantuan alat mesin budidaya pertanian (Alsintan) di Kalurhan Rejosari, Kamis (11/1/2024).

"Pemerintah bersama masyarakat terus bekerjasama dalam memenuhi kebutuhan para petani. Bangsal ini menjadi satu-satunya di Gunungkidul jadi mohon dijaga, dirawat dan dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan ekonomi," ujar Sunaryanta dalam sambutannya.

Dalam peresmian bangsal pasca panen, produk unggulan hasil olahan pertanian dari para petani turut ditampilkan. Di antaranya, olahan pisang, kacang mete dan lainnya.

Sunaryanta menilai kemasan produk olahan hasil panen sudah cukup baik dan telah dilengkapi ijin pemasaran produk. "Kami berharap produk-produk yang dihasilkan dapat dipasarkan ke toko-toko besar, tempat wisata, atau sampai ke luar daerah," ucapnya.

Alsintan yang diberikan kepada petani berupa hand sprayer, hand traktor yang diharapkan dapat bermanfaat untuk proses pertanian di Kalurahan Rejosari.

Ketua Kelompok Wanita Tani Agung Rejeki Bedil Wetan Ngatinem menuturkan, bantuan bangsal pasca panen wadah untuk para petani dalam mengolah hasil holtikultura agar dapat memiliki nilai jual tinggi.

"Karena selain dipasarkan di swalayan dan toko oleh-oleh, kami pasarkan juga melalui online," ujar Ngatinem.

Dengan bantuan bangsal pasca panen dinilai dapat mempermudah dan mempercepat proses produksi.

"Biasanya kita kalau sangrai kacang itu pakai pasir, sekarang ada mesin itu bisa sampai sepuluh kilo untuk sekali menggoreng," ucapnya.

Pembangunan bangsal pasca panen dan pengadaan sarana dan prasarana pemasaran dengan anggaran 415 juta dari DPP DIY dan DPP Gununkidul.

Lurah Rejosari Sunarto mengatakan, mewakili masyarakat Rejosari mengungkapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

"Bantuan ini dapat meningkatkan produktifitas UMKM lokal dalam memproduksi olahannya kelompok tani," ujarnya.

Menurutnya, bangsal pasca panen yang dimiliki kelompok tani dapat menjadi rumah produksi representatif dapat bermanfaat untuk pengelohan produksi hasil pertanian di Kalurahan Rejosari. (cr6)

Baca Juga: Dishub Sleman Tambah Lima Zoss Tahun Ini, Ini Titik-titiknya

Editor : Meitika Candra Lantiva
#holtikultura #DPP Kabupaten Gunungkidul #Pertanian #bantuan #Dinas pertanian dan Pangan DIY #Gunungkidul #bangsal pasca panen #budidaya #komoditas