Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polisi Ungkap Identitas Mayat yang Terapung di Parit Kalurahan Piyaman

Andi May • Kamis, 11 Januari 2024 | 12:41 WIB
TAK BERGERAK: Mayat laki-laki ditemukan terapung di Pari Padukuhan Kemorsari, Kalurahan Piyaman, Wonosari, Rabu (10/1).
TAK BERGERAK: Mayat laki-laki ditemukan terapung di Pari Padukuhan Kemorsari, Kalurahan Piyaman, Wonosari, Rabu (10/1).
 
GUNUNGKIDUL - Warga Kalurahan Piyaman digegerkan dengan penemuan mayat terapung di parit Padukuhan Kemorosari, Wonosari, Rabu (10/1) pukul 08.20 pagi. 
 
Mayat berjenis kelamin laki-laki pertama kali ditemukan terapung dengan posisi terlentang di Parit Perumahan Dewi Sinta Residence 7. 
 
Kapolsek Wonosari Kompol Edy mengungkapkan mayat yang ditemukan bernama Sumiyatriono, 45, warga setempat dan diketahui tinggal seorang diri.
 
 
"Korban terakhir kali terlihat oleh iparnya yang saat itu meminta untuk dikerokan Senin siang (8/1) lalu ," ujarnya saat dikonfirmasi. 
 
Usai dikerokan, korban sempat pamit untuk pulang ke rumah. Keesokan harinya, kakak korban Supardi (57) mencarinya ke rumah namun korban tak terlihat.
Keluarga korban juga berupaya menelpon korban tetapi nomor korban dalam kondisi tidak aktif.
 
"Supardi juga mencarinya sampai ke wilayah Semanu namun tidak ada yang tau keberadaannya," ungkapnya. 
 
Pada Selasa (10/1), Supardi mencari korban dengan menyusuri sungai yang berada di Padukuhan Kemorosari.
 
Edy mengatakan Supardi sempat terkejut melihat sendal dan topi korban berada di pinggir parit. 
 
"Tidak jauh dari lokasi sendal yang ditemukan, saksi melihat korban sedang terapung dan sudah tidak bernyawa," ucapnya. 
 
Melihat hal itu, Supardi lantas memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan dan melaporkannya ke Bhabinkamtibas setempat.
 
Kepolisian mengevakuasi jenasah korban dan dibawa ke RSUD Wonosari untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
 
"Dari hasil pemeriksaan Sumiyatriono diperkirakan meninggal sejak dua hari yang lalu," ucapnya. 
 
Edy juga menyebutkan bahwa korban merupakan pasien rawat jalan RSUD Wonosari yang menderita penyakit Epilepsi sejak lahir.
 
"Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," ucapnya. 
 
Lebih lanjut, Edy mengungkapkan tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan ditubuh korban. Kematian korban disebabkan atas penyakit yang dideritanya. 
 
Proses evakuasi jenasah dibantu oleh warga sekitar, personel Polsek Wonosari, Kodim 0730/Gunungkidul, dan BPBD. 
 
Editor : Amin Surachmad
#wonosari #penemuan mayat