GUNUNGKIDUL - Sepanjang libur Natal dan Tahun Baru, sampah di sejumlah wisata Kabupaten Gunungkidul membludak.
Pasalnya, Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Linkungan Hidup (DLH) Gunungkidul menemukan 82,76 ton sampah dari akhir Desember 2023 hingga awal Januari 2024.
Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan Gunungkidul Heri Kuswantoro mengatakan, sampah puluhan ton yang berasal kawasan wisata pantai merupakan yang terbanyak dari bulan-bulan sebelumnya.
"Puluhan sampah itu berasal dari wisatawan dan pelaku usaha di sekitar destinasi wisata," ujarnya saat dihubungi Rabu (10/1/2024).
Sampah-sampah tersebut berasal dari 13 destinasi pantai di Gunungkidul yang diangkut menggunakan truk dan di buang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah Wukirsari.
Menurutnya, kenaikan jumlah produksi sampah di destinasi wisata menjelang tahun baru bukan hal yang baru.
Sepanjang Tahun 2023, Heri mengungkapkan sampah yang bersumber di kawasan destinasi wisata mencapai 84.470 ton dengan kenaikan tonase terbesar di Bulan Januari dan Desember.
"Untuk sampah rumah tangga di Kabupaten Gunungkidul mencapai 1.614.890 ton," ungkapnya.
Heri menyebutkan memasuki Februari hingga November produksi sampah semakin melandai.
Namun kenaikan akan kembali terjadi ketika hari-hari tertentu seperti libur panjang yang berpotensi mengundang banyak wisatawan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Supriyanta mengatakan pengelolaan sampah di destinasi wisata yakni secara mandiri dan diangkut melalui DLH Gunungkidul.
"Dalam pengelolaan sampah secara mandiri ini dilakukan oleh semua pentahelik pariwisata di kawasan destinasi misalnya pelaku usaha menyediakan tempat sampah, pengunjung membuang sampah ditempatnya," ujar Supriyanta saat dihubungi.
Pihaknya dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat juga memberikan himbauan kepada wisatawan dan pelaku usaha untuk menciptakan suasana bersih di kawasan wisata Pantai di Gunungkidul.
Sedangkan yang dikelola oleh pemerintah (DLH) adalah sampah yang sudah terkumpul diangkut/dipindahkan ke TPA.
Namun begitu, banyaknya destinasi tidak berbanding seimbang dengan jumlah personil dan armada pengelolaan sampah.
"Pelaksanaannya terjadwal dalam dua atau tiga hari sekali dan itupun belum bisa menjangkau seluruh kawasan destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul," ucapnya.
Untuk itu, pihaknya menekankan kepada masyarakat setempat, pelaku usaha dan wisatawan agar kiranya dapat mengelola sampah secara mandiri.
Menurutnya, produksi sampah terbanyak selama libur nataru kemarin terdapat di pantai wilayah tengah yakni Pantai Baru sampai dengan Pantai Pulang Sawal. (cr6)
Editor : Meitika Candra Lantiva