Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi DBD, Gunungkidul Giatkan PSN dengan 3M tiap Minggu

Heru Pratomo • Sabtu, 6 Januari 2024 | 14:45 WIB
Foto: Ilustrasi orang terkena DBD.
Foto: Ilustrasi orang terkena DBD.

 

RADAR JOGJA - Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah (DBD) selama musim penghujan di Kabupaten Gunungkidul melandai.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menunjukan angka penurunan penderita penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti sejak Oktober 2023 hingga sekarang menurun signifikan tanpa ada kematian.

Di Oktober 2023, Penderita DBD sebanyak 12 orang laki-laki dan 12 perempuan. Di bulan selanjutnya mengalami penurunan dengan penderita 9 orang laki-laki dan 10 perempuan.

Pada akhir Tahun 2023, jumlah pasien DBD yang terlaporkan, yakni enam orang laki-laki dan 10 perempuan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul Sidiq Hery Sukoco mengatakan, penurunan tren kasus DBD dikarenakan kesadaran tinggi masyarakat dalam malakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan mewaspadai potensi penyakit yang timbul di musim-musim penghujan.

"Meskipun begitu, masyarakat harus tetap meningkatkan PSN dengan rutin melakukan gerakan 3 M minimal seminggu sekali yaitu dengan Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air dan Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembang biakan myamuk," ujar Sidiq saat ditemui Radar Jogja di kantornya, Jumat (5/1).

Menurutnya, usia rentan penyakit DBD yakni pada anak-anak yang diawali dengan gejala demam. "Apalagi di musim penghujan sehingga banyak genangan air di lingkungan masyarakat yang dapat menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk demam berdarah," ucapnya.

Penyakit DBD berpotensi timbul pada curah hujan yang tidak menentu. Banyaknya genangan air dapat memicu adanya jentik-jentik nyamuk berbahaya di lingkungan masyarakat.

"Tentunya masyarakat harus selalu berperilaku hidup sehat, menjaga stamina dengan berolah raga, mengonsumi sayur-sayuran dan peduli terhadap PSN untuk mengantisipasi penyakit DBD yang berpotensi timbul selama musim penghujan," ungkapnya.

Melihat curah hujan yang tidak merata hingga iklim yang mudah berubah, Dinkes Gunungkidul berupaya untuk rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya penyakit DBD. "Serta selalu mengingatkan masyarakat untuk waspada," ucapnya.

Selain DBD, Heri menyebutkan potensi penyakit lainnya yang dapat timbul di musim penghujan yakni Diare dan Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA).

Untuk itu pihaknya megimbau, jika masyarakat mengalami gejala awal seperti demam agar kiranya segera minum air mineral yang cukup. "Dan ke pusat pelayanan kesehatan terdekat jika gejala tak kunjung membaik," imbuhnya. (cr6)

Editor : Heru Pratomo
#3m #demam berdarah dengue (DBD) #Gunungkidul #pemberantasan sarang nyamuk #PSN