GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana angin kencang.
Bencana angin kencang menimpa 172 rumah warga di 13 kapanewon wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak bencana hidrometerologi.
"Hari ini kami salurkan distribusi bantuan sembako untuk warga yang terdampak," katanya, Kamis (4/1/2024).
Distribusi bantuan secara simbolis dilakukan di lokasi, yakni Balai Kalurahan Bejiharjo, Semanu, Rejosari dan beberapa wilayah terdampak.
"Saya ingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang seperti ini," ucapnya.
Bantuan yang disalurkan berupa sembako seperti beras, tepung terigu, mie instan, minyak dan lain - lain.
Sunaryanta juga tidak memungkiri dampak buruk dari hujan yang disertai angin kencang berkepanjangan akan terasa pada sektor pertanian.
"Takutnya memperparah pertanian dan merugikan petani," ucapnya.
Menurutnya, para petani di Gunungkidul telah menanam sejumlah pangan baik dari padi, kedelai, kacang, dan jagung. Sehingga ia mengkhawatirkan dampak dari hujan dan angin kencang yang berkepanjangan dapat menimbulkan gagal panen pada para petani.
"Nanti kami adakan rapat koordinasi mengenai hal itu dalam waktu ke depan ini," ucapnya.
Sunaryanta berharap juga agar musim penghujan cepat selesai sehingga tidak berdampak buruk terhadap para petani yang telah menanam sejak beberapa bulan terakhir.
"Masyarakat harus menyesuaikan dengan keadaan musim yang seperti ini," imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul juga telah mengerahkan lima armada untuk terjun langsung di lokasi terdampak angin kencang.
Tim BPBD beserta masyarakat setempat tengah melakukan penanggulangan bencana dan distribusi bantuan logistik ke rumah-rumah warga yang terdampak.
BPBD mencatat kerusakan rumah akibat fenomena hujan yang disertai angin kencang masih dalam kategori ringan hingga sedang. (cr6)
Editor : Meitika Candra Lantiva