Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Optimistis Target Investasi Gunungkidul Rp 586 Miliar Tercapai di Tengah Tahun Politik

Gunawan RaJa • Selasa, 2 Januari 2024 | 23:13 WIB
TAATI ATURAN - Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat menemani Raffi Ahmad yang akan membangun tempat hiburan di kawasan pesisir Sabtu (16/12/2023)  (Dokumen Radar Jogja)
TAATI ATURAN - Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat menemani Raffi Ahmad yang akan membangun tempat hiburan di kawasan pesisir Sabtu (16/12/2023) (Dokumen Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Moncernya iklim investasi tahun lalu menumbuhkan optimisme Pemkab Gungkidul untuk menaikkan target.

Meski berada di tengah tahun politik, era Bupati Sunaryanta berani mematok pertumbuhan investasi hingga 31,22 persen.

Salah satunya, didorong oleh realisasi investasi sepanjang semester 1, 2, dan 3, 2023 atau pada periode Januari-Desember 2023 yang mencapai sebesar Rp 451.433.693.884.

Target investasi yang dipatok di 2023 mencapai Rp 447 miliar.

Dominan pada sektor pariwisata, perdagangan, dan industri.

Baca Juga: Lebih Representatif, Gondomanan Punya Kantor Kemantren Baru

"Saya optimistis, tahun ini investasi bisa tumbuh sebesar 31,22 persen, atau Rp 586 miliar," kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gunungkidul Asar Janjang Riyanti Selasa (2/1/2024).

Selain itu, Asar menjelaskan optimisme ini juga didasari oleh strategi yang sudah dimiliki.

Bahkan, kata mantan Plt Sekdin Kominfo Pemkan Gunungkidul ini, pada umumnya untuk mencapai target itu perlu strategi tersendiri.

Baca Juga: Dalam Sehari, Dua Warga Bantul Ditemukan Tewas Gantung Diri

"Seperti kemudahan berinvestasi dan yang lain," ujar Asar.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Gunungkidul Agung Danarto berharap besar agar selama tahun politik situasi berlangsung kondusif. 

"Saya kira ini proyeksi ya. Kami optimistis proyeksi investasi dapat dicapai," kata Agung Danarto.

Sehingga kemudian, sejumlah investor yang wait and see tetap bisa menanamkan modalnya di Gunungkidul.

Terlebih, dalam kurun beberapa tahun terakhir realisasi investasi sudah cukup besar sehingga perlu dijaga.

Baca Juga: Polres Purworejo Dalami Penemuan Mayat Bayi di Tepi Pantai Keburuhan

"Kami memprediksi tahun ini investasi masih dominan ke sektor pariwisata," ujar Agung.

Disinggung mengenai rencana investasi Bekizart Beach Club oleh Raffi Ahmad, menurutnya sampai saat ini belum ada perizinan yang masuk di DPMPTSP Kabupaten Gunungkidul. 

"Kalau sudah masuk di OSS, nanti akan ada penapisan oleh sistem," terang Agung.

Baca Juga: Ada 137 Korban Meninggal Akibat Kecelakaan, Kerugian Materil Capai Rp 700 Juta

Dikatakan, investasi adalah salah satu yang menjadi visi misi pemerintah, termasuk investasi di sektor pariwisata. 

Berkembangnya investasi diharapkan menjadi kekuatan perekonomian yang mampu memberikan kesejahteraan, rasa keadilan, dan kemakmuran bagi masyarakat.

"Namun hingga kini (investasi Raffi Ahmad) kami belum bisa memberikan informasi lebih lanjut, karena datanya belum masuk," jelas Agung.

Baca Juga: Gusti Randa Bangga Atas Kembali Dipanggilnya Hokky Caraka di Timnas Indonesia

Pemkab Gunungkidul berkomitmen membuka ruang untuk investasi di Gunungkidul dan siap untuk memfasilitasi dan memberi kemudahan dalam perizinan.

Namun Bupati Sunaryanta meminta agar investor yang masuk menaati aturam yang ada.

"Di Gunungkidul ini kan ada banyak klaster-klaster, ada geosite, ada kawasan bentang alam karst (KBAK) dan kita melihat itu."

Baca Juga: Selama 2023 Kejati DIJ Kembalikan Uang Negara Sekitar Rp 10 Miliar

"Jangan sampai nanti itu justru merusak," kata Sunaryanta.

Dia mengingatkan, saat sekarang tanah-tanah di Gunungkidul sudah banyak yang jatuh ke investor.

Dalam catatannya, hingga sekarang sudah lebih dari 2.000 hektare lahan dibeli oleh orang dari luar daerah.

Baca Juga: Pendaftaran PTPS Dibuka, Kemantren Gondokusuman Butuh 46 Petugas

"Paling banyak tanah dijual berada di sisi selatan kawasan pantai," ungkap Sunaryanta.

Oleh karenannya, bupati mengajak agar masyarakat tidak mudah melepas kepemilikan tanah.

Jangan sampai menjadi penonton di wilayahnya sendiri.

Baca Juga: Baru Diresmikan Menteri, Pandan Kuning Park Ditutup, Pemkab Kebumen: Butuh Optimalisasi serta Penyempurnaan

Daripada menjual lebih baik dikerjasamakan atau disewakan. 

"Ini bukan bermaksud mempersulit laju investasi. Lebih kepada menjaga ritme sehingga hak dari warga bisa tetap terlindungi," tegas Sunaryanta. (gun/iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Kidul #Pariwisata