GUNUNGKIDUL - Perayaan tahun baru 2024 di Gunungkidul berlangsung cukup meriah. Terkonsentrasi di pusat kota Wonosari, tema yang diangkat kali ini adalah Handarbeni Gunungkidul.
Malam pergantian tahun ditandai dengan acara Gebyar Pesta Kembang api digelar di Alun-alun Wonosari, pada Minggu (31/12/2023) hingga (1/1/2024).
Selain itu acara itu juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan konser musik dengan bintang seperti Rumandika, Bintang Nada, Forum Campursari Gunungkidul, Nirwana Loka dan dengan bintang utama Woro Widowati.
Tema 'Handarbeni Gunungkidul' memiliki arti dan pesan bahwa Gunungkidul adalah milik kita semua dan bersama-sama untuk saling menjaga serta membangun Gunungkidul ke arah yang lebih baik dan lestari.
"Dengan tema Handarbeni Gunungkidul, pesan yang ingin disampaikan ialah Gunungkidul adalah milik warga Gunungkidul, bukan hanya Pemerintah atau yang lain," kata Bupati Gunungkidul Sunaryanta dalam sambutannya menjelang pergantian tahun.
Lebih jauh dikatakan, Pemkab Gunungkidul terus berupaya meningkatkan pelayanan di berbagai sektor seperti air, investasi, wisata serta perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan infrastruktur dan yang lain.
Keanekaragaman sumber daya alam yang ada, menjadikan pertimbangan pemkab untuk enawarkan kepada para investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul.
"Potensi unggulan yang bisa ditawarkan kepada investor diantaranya sektor pariwisata, pertanian dalam arti luas serta industri kecil," ujarnya.
Pada penghujung tahun 2023 investasi telah melebihi target yang ditetapkan, yaitu target investasi tahun 2023 sebesar Rp 447.000.000.000 dan nilai investasi per 1 Januari- 30 September 2023 sebesar Rp 451.433.693.884.
"Capaian target investasi tidak lepas dari kemudahan pelayanan perizinan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gunungkidul Agung Danarto.
Dari target investasi 2023 Rp 447 miliar, sekarang sudah melampaui target. Peningkatan jumlah investasi diyakini linier dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Investasi didominasi dari sektor pariwisata,
"Dengan demikian program prioritas berupa ekonomi kerakyatan dan pengembangan pariwisata dapat terpenuhi," ujarnya. (gun)
Editor : Bahana.