Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Normal Baru Terjadi Pertengahan Februari 2024, Permintaan Air Bersih di Gunungkidul Masih Terjadi

Gunawan RaJa • Kamis, 21 Desember 2023 | 21:02 WIB
BANTU WARGA - Penyaluran droping air bersih dari Dinsos Provinsi DIJ di salah satu wilayah terdampak kekeringan belum lama ini  (Dokumen Radar Jogja)
BANTU WARGA - Penyaluran droping air bersih dari Dinsos Provinsi DIJ di salah satu wilayah terdampak kekeringan belum lama ini (Dokumen Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Mundurnya musim hujan berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih.

Karena anggaran untuk droping air bersih Pemkab Gunungkidul sudah habis, warga ramai-ramai minta kiriman air ke Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Gunungkidul Sumadi mengatakan, tahun ini telah menyalurkan sebanyak 1.100 tangki air bersih.

Diambil dari dana kedaruratan dan ditambah dengan alokasi Belanja Tak Terduga (BTT).

"Untuk anggaran droping, sekarang sudah habis. (Permintaan) ini kami arahkan ke PMI," kata Sumadi, Kamis (21/12/2023).

Diakui Sumadi, mundurnya musim penghujan berdampak terhadap permintaan droping air bersih.

Hujan yang sempat mengguyur beberapa waktu lalu belum mempengaruhi jumlah permintaan.

"Karena setelahnya tidak turun hujan sampai sekarang," ujar Sumadi.

Sementara itu pegawai PMI Gunungkidul Agus Widi mengatakan, hingga sekarang masih melakukan droping air.

Meskipun Pemkab Gunungkidul menghentikan droping air bersih ke masyarakat, program air bersih milik PMI jalan terus.

"Sampai akhir Desember 2023 atau kalau masih dianggap sangat dibutuhkan mungkin bisa lebih panjang," kata Agus Widi.

Dia menjelaskan, permintaan droping air dari masyarakat terus berdatangan, terutama wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan krisis air.

Pihaknya memprediksi jumlah permintaan droping air bersih terus bertambah.

"Karena berdasar informasi yang kami terima dari stasiun klimatologi, hujan normal baru akan terjadi pertengahan Februari 2024," ujarnya.

Bagi warga yang ingin mendapatkan kiriman air, pihaknya menyarankan supaya mengajukan sesuai dengan prosedur.

Disarankan melalui pemerintah kalurahan kemudian dilanjutkan ke PMI untuk ditindaklanjuti.

"Namun (permintaan) dari RT pun kami juga bisa layani," terang Agus Widi.

Sejak September 2023, PMI telah mengalokasikan sekitar 460 tangki air bersih.

Hingga kini masih terjadi antrean droping air.

Baca Juga: Ketua BEM UI Melki Sedek Huang Akui Belum Terima Surat Resmi Atas Laporan Kekerasan Seksual yang Menyeret Namanya

Rata-rata dalam sehari jalan tiga armada antara 12 sampai 15 rit.

Diakui, jumlah permintaan air tahun ini lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Karena kalau kemarin-kemarin malah dominan kemarau basah daripada kering," ungkapnya. (gun/iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kekeringan #musim hujan #musim kemarau