RADAR JOGJA – Jika biasanya pada Desember sudah turun hujan deras, tidak untuk tahun ini. Kondisi cuaca di wilayah DIJ termasuk Gunungkidul saat ini umumnya masih cerah berawan. Hari tanpa hujan ini diprediksi berlangsung sampai dengan sepekan ke depan.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Romadi mengatakan, perubahan pembentukan awan hujan mengakibatkan potensi hujan sangat kecil. "November dan Desember ini menurut pandangan umum seharusnya sudah hujan merata, tapi sekarang musim hujan mundur," kata Romadi Rabu (20/12).
Dia menjelaskan, terkait dengan mundurnya musim hujan disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor secara global yaitu masih adanya El nino dalam status moderate sehingga mengurangi curah hujan di wilayah DIJ.
Selain itu, lanjut dia, juga untuk fenomena MJO atau fenomena atmosfer yang dapat mengakibatkan bertambahnya hujan di daerah yang dilaluinya. “Saat ini berada di kuadran delapan dan tidak berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Jawa," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono sudah menyusun peta kerawanan bencana alam pada musim hujan tahun ini."Secara garis besar sebaran peta wilayah rawan bencana hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Purwono.
Potensi angin kencang dan puting beliung di zona tengah seperti Kapanewon Semanu, Wonosari, Paliyan. Untuk banjir luapan sungai membentang di bantaran Kali Oya dari Kapanewon Semin, Ngawen, Karangmojo, Wonosari, Nglipar, hingga Kapanewon Playen. Untuk potensi longsor ada di zona utara. (gun/pra)
Editor : Heru Pratomo