GUNUNGKIDUL - Hujan menghilang mengakibatkan benih tanaman di Gunungkidul terancam gagal tumbuh. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul tengah menerjunkan tim identifikasi kondisi tanaman.
Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, petugas lapang sedang ditugaskan terjun ke lapangan melakukan pemantauan, terutama di wilayah pertanian tadah hujan."Petani yang melakukan ngawu-awu atau menanam padi sebelum hujan datang dan tidak mendapatkan hujan benihnya bisa tidak tumbuh," kata Rismiyadi, Selasa (19/12/2023).
Hasil identifikasi kondisi tanaman masih dikoordinasikan dengan petugas lapang, diharapkan dalam waktu dekat segera muncul. Pemetaan potensi gagal tumbuh sangat diperlukan untuk dapat diambil langkah-langkah."Kalau tanaman yang sudah tumbuh, seandainya akhir bulan ini hujan tanaman masih bisa diselamatkan," ujarnya.
Berbeda dengan petani tadah hujan, untuk daerah irigasi seperti di wilayah Kapanewon Ponjong, Karangmojo dan Kapanewon Wonosari tanaman padi tumbuh baik. Pihaknya berharap hujan segera turun agar tanaman dapat tumbuh subur.
Sementara itu, Sekretaris DPP Kabupaten Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, MT pertama tahun ini menargetkan tanam lahan seluas 48 hektare. Rinciannya, 41 ribu hektare lahan kering dan 7863 hektare lahan sawah."Target produksi selama ini selalu mencapai target atau surplus. Komoditas padi per tahun tercapai hampir 300 ribu ton gabah kering giling (GKG)," kata Raharja Yuwono.
Terpisah, seorang petani Karti mengatakan, lahan tumpangsari miliknya terancam gagal panen. Tanaman kacang, ketela dan padi yang ditanam dalam satu lahan kondisinya mengkhawatirkan karena tidak ada hujan."Tanaman sudah mulai tumbuh, mudah-mudahan segera turun hujan," kata Karti. (gun)
Editor : Din Miftahudin