GUNUNGKIDUL - Jalur tengkorak atau rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tengah menjadi perhatian Polres Gunungkidul.
Karena tingkat kerawanannya tinggi, dua jalur berbahaya diusulkan dihapus dari google maps.
Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, rencana penonaktifan dua jalur tengkorak menindaklanjuti hasil koordinasi dengan Pemkab Gunungkidul.
Hal ini untuk mengantisipasi aktivitas warga yang belum mengetahui jalur berbahaya tersebut.
"Langkah demikian bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengguna jalan," kata Edy Bagus Sumantri Senin (18/12).
Dia menjelaskan, dua jalur yang akan dihapus yakni Clongop Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari, dan Bundelan, Kapanewon Ngawen.
Secara geografis dua wilayah itu naik turun dengan tingkat kemiringan ekstrim.
"Tanjakan Clongop dan Bundelan akan dinonaktifkan sementara dari google maps," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten (Dishub) Kabupaten Gunungkidul Bayu Susilo Aji mengku tengah menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas.
Ada sejumlah titik berpotensi mengalami kepadatan saat liburan.
"Bus Pariwisata dari arah Jogjakarta bisa melalui simpang 3 Gading kanan Playen, Paliyan, lanjut ke arah JJLS," ujarnya.
Bus menuju pantai bisa menggunakan jalur utama jalan Baron atau pintu masuk Baron ke timur keluarnya JJLS baik ke timur dan baratnya atau Tepus-Mulo.
Kendaraan besar bus dan truk tidak boleh keluar melalui pintu utama utara. Harus ke timur arah Tepus atau ke barat arah JJLS Saptosari.
Wisatawan dari pantai melintasi JJLS arah Saptosari. Bus besar ke kanan Paliyan- Playen- langsung Jogjakarta. Kendaraan kecil bisa melalui Saptosari-Panggang-Bantul-Jogjakarta.
"Rekayasa lalu lintas nantinya bersifat situasional tidak permanen," ujarnya. (gun/bah)
Editor : Bahana.