Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prospek Bisnis Budidaya Lele Menjanjikan, Kebutuhan Dua Ton per Hari, Hanya Sanggup Dipenuhi Satu Ton

Gunawan RaJa • Rabu, 22 November 2023 | 17:00 WIB

PROSPEK BAGUS - Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat melihat dan menyemangati usaha budidaya lele di wilayah Klampok, Kalitekuk, Semin, Selasa (21/11).GUNAWAN/RADAR JOGJA
PROSPEK BAGUS - Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat melihat dan menyemangati usaha budidaya lele di wilayah Klampok, Kalitekuk, Semin, Selasa (21/11).GUNAWAN/RADAR JOGJA
 


RADAR JOGJA - Bisnis ikan lele sangat menjanjikan. Di Gunungkidul kebutuhan per hari dua ton, namun hanya bisa memenuhi separuhnya. Terbukanya pangsa pasar ini diharapkan dapat direspons oleh masyarakat.

Koperasi Produksi Mina Mulya Maju Mandiri sudah memulainya. Koperasi di wilayah Klampok, Kalitekuk, Semin mengawali usaha sejak 2018. Sekarang telah memiliki sebanyak 650 kolam."Dalam satu klaster 500 dan di luar 150 kolam," kata Ketua Koperasi Produksi Mina Mulya Maju Mandiri Kasmanto, Selasa (21/11).

Produksi per kolam dua kwintal, per hari panen 800 kilogram sampai 1 ton. Pemasaran tidak jadi soal, karena ternyata justru masih kekurangan. Tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi seluruh warga Gunungkidul."Kami hitung dari 18 kapanewon itu kebutuhan per hari 2 ton," ujarnya.

Untuk kendala ada pada air, karena wilayah Gunungkidul ada permasalahan dengan pemenuhan kebutuhan air. Padahal proses jadi dan tidaknya bisnis lele terletak pada pengelolaan air."Bahkan ada yang bilang ternak lele itu rugi, tapi menurut saya yang keliru teknis budidayanya yang tidak benar," jelasnya.

Namun jika dikelola dengan baik dan maksimal pihaknya berkeyakinan pasti untung. Memanfaatkan sumur bor, per kolam koperasinya mendulang untung Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Setiap tahun siklus panen empat kali."Kalau untuk pakan memang ada kendala karena harga tinggi tapi kita antisipasi dengan pembuatan pakan mandiri," terangnya.

Bahan-bahan dasar dari tepung ikan, pelet daging, jagung, kedelai dan polar menggunakan gandum. Pihaknya memastikan lebih irit dan dapat memenuhi kebutuhan ikan selama proses pemeliharaan."Setelah kita hitung menggunakan pakan mandiri ada selisih Rp 5000," ungkapnya.

Bagaimana dengan potensi pencemaran udara, Kasmanto telah memperhitungkan. Sirkulasi air yang teratur sudah terbukti tidak menimbulkan bau.
 
Bupati Gunungkidul Sunaryanta melihat langsung prospek bisnis usaha lele di  Koperasi Produksi Mina Mulya Maju Mandiri Semin. Keuntungan budidaya lele dinilai sangat menjanjikan"Melalui teman-teman media ini nanti informasi dapat tersebar dan masyarakat luas bisa mencoba," kata Sunaryanta. (gun/din)

 

Editor : Satria Pradika
#Gunungkidul #budidaya lele