GUNUNGKIDUL - Salah satu perusahan otobus (PO) pelat kuning mengaspal di trayek Bandara Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)-Gunungkidul.
Terdeteksi beroperasi sejak dua tahun lalu. Namun, tidak pernah singgah ke terminal sebagaimaba aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Dhaksinarga Wonosari Aris Farwanto mengkonfirmasi hal tersebut. Kata dia, salah satu plat kuning trayek Bandara YIA-Gunungkidul itu adalah PO Damri.
"Tidak masuk (terminal) Dhaksibarga. KPSnya (Kartu Pengawasan) tidak ada KPSnya sehingga kami tidak bisa mendata," kata Aris Farwanto Minggu (12/11).
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Dhaksinarga Wonosari Aris Farwanto mengkonfirmasi hal tersebut. Kata dia, salah satu plat kuning trayek Bandara YIA-Gunungkidul itu adalah PO Damri.
"Tidak masuk (terminal) Dhaksibarga. KPSnya (Kartu Pengawasan) tidak ada KPSnya sehingga kami tidak bisa mendata," kata Aris Farwanto Minggu (12/11).
Seharusnya, dia melanjutkan, semua angkutan plat kuning singgah ke terminal. Meramaikan dan mendukung kebutuhan pelayanan di kantong pemberhentian bus angkutan.
Pihaknya menjawab dengan balik bertanya ketika ditanya kenapa aturan angkutan tidak dilaksanakan oleh sopir.
"Angkutan-angkutan yang tidak masuk terminal itu tidak mau, tidak boleh, atau ada yang membatasi kami belum tau ini," ujarnya.
Namun, Aris dengan tegas menyampaikan, seharusnya seluruh angkutan wajib masuk terminal sesuai dengan aturan kementerian perhubungan. PO Damri sendiri selama ini menempuh rute trayek Bandara YIA-Dhaksinarga (Gunungkidul)-Cikaraya.
"Angkutan-angkutan yang tidak masuk terminal itu tidak mau, tidak boleh, atau ada yang membatasi kami belum tau ini," ujarnya.
Namun, Aris dengan tegas menyampaikan, seharusnya seluruh angkutan wajib masuk terminal sesuai dengan aturan kementerian perhubungan. PO Damri sendiri selama ini menempuh rute trayek Bandara YIA-Dhaksinarga (Gunungkidul)-Cikaraya.
Baca Juga: Terdampak Inflasi, Daya Beli Masyarakat Turun
"Harusnya masuk terminal dulu, ada penumpang tidak ada penumpang harusnya masuk terminal. Tapi ngga tau ini, kenapa ngga masuk terminal, kami tidak bisa memaksakan," jelasnya.
Berbeda dengan PO Efisiensi, sejak 27 Oktober 2023 mengaspal di rute Gunungkidul-Cilacap melalui YIA Kulonprogo.
"Kalau ini masuk terminal. Dalam sehari ada pemberangkatan dua kali dari Terminal Dhaksinarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas, Dishub Kabupaten Gunungkidul Bayu Susilo membenarkan beroperasinya PO Damri di Gunungkidul. Terdiri dua rute yakni, YIA-Wonosari-Baron. YIA-Malioboro-Nglanggeran-Baron. Beroperasi lama sejak dua tahun lalu.
"Harusnya masuk terminal dulu, ada penumpang tidak ada penumpang harusnya masuk terminal. Tapi ngga tau ini, kenapa ngga masuk terminal, kami tidak bisa memaksakan," jelasnya.
Berbeda dengan PO Efisiensi, sejak 27 Oktober 2023 mengaspal di rute Gunungkidul-Cilacap melalui YIA Kulonprogo.
"Kalau ini masuk terminal. Dalam sehari ada pemberangkatan dua kali dari Terminal Dhaksinarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas, Dishub Kabupaten Gunungkidul Bayu Susilo membenarkan beroperasinya PO Damri di Gunungkidul. Terdiri dua rute yakni, YIA-Wonosari-Baron. YIA-Malioboro-Nglanggeran-
"Itu program dari kementerian," kata Bayu.
Namun pihaknya belum bisa memberikan komentar lebih jauh, kenapa PO Damri tidak masuk ke terminal. Dia meminta waktu untuk berkomunikasi dengan pihak terkait.
"Sebentar saya tanyakan ke yang punya kewenangan di provinsi dan BPTD. Nanti segera kami kabari," ucapnya. (gun)