GUNUNGKIDUL - Debit air Wisata Cave Tubing Kalisuci di Jetis, Pacarejo, Semanu surut. Destinasi wisata yang mengandalkan air sebagai wahana utama, peformanya berkurang karena terdampak kemarau panjang.
"Musim kemarau surut airnya, tapi tidak kering," kata Pengelola Wisata Cave Tubing Gua Kalisuci Muslam Winarto Minggu (12/11).
Kondisi demikian secara tidak langsung mempengaruhi jumlah kunjungan. Meski tidak ada penutupan aktivitas wisata, penyusutan debit air cukup tajam yakni, satu sampai 1,5 meter.
"Secara umum aktivitas cuve tubing tidak masalah, tapi laju pergerakan pelampung ban terganggu. Tidak lancar karena air dangkal," ujarnya.
Jika waktu normal cuve tubing adalah satu jam, sekarang molor lebih lama menjadi 1,5 jam hingga dua jam. Itu terjadi lantaran aliran air tidak lancar akibat menurunnya debit air.
Disinggung mengenai jumlah pengunjung, Winarto menyebut sebenarnya biasa saja. Sekalipun mengalami penurunan, namun itu merupakan pengaruh panas global. Masyarakat menjadi malas untuk pergi keluar rumah.
"Setiap hari biasa sekitar 5 sampai 10 pengunjung. Kalau akhir pekan bisa sampai 50an pengunjung," ucapnya.
Menururnya, destinasi Wisata Cave Tubing Kalisuci selama ini ada kebijakan pembatasan jumlah kunjungan. Jumlah pengunjung sengaja dibatasi 250 orang per hari pada saat peak season agar kelestarian Gua Kalisuci dapat terjaga.
"Jadi, di waktu sekarang masih longgar untuk dikunjungi," jelasnya.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung dipersilakan. Biaya untuk lokal domestik satu orang Rp 120 ribu per orang. Kemudian turis mancanegara cukup merogoh kocek dengan Rp 200 ribu saja.
"Menurut saya, jumlah kunjungan pada musim kemarau panjang tahun ini normal-normal saja," ungkapnya.
Baca Juga: Kini Ada Fasilitas Internet Publik di Kapanewon Panggang Gunungkidul
Sementara itu, Pengurus Operator Dewabejo Gua Pindul, Bejiharjo, Karangmojo Arif Sulistyo mengatakan, musim kemarau tidak mempengaruhi aktivitas susur gua.
"Airnya lancar tidak ada penurunan debit," kata Arif Sulistyo.
Seperti diketahui, Gua Pindul juga merupakan objek wisata gua dengan media air. Gua Pindul dapat dinikmati dengan cara menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah dalam gua. Lokasinya terletak di Bejiharjo, Karangmojo.
"Pengunjung normal akhir pekan bisa sampai 100 hingga150 per hari," kata Arif Sulistyo.
Rata-rata pengunjung masih seputar Pulau Jawa. Agar dapat menikmati keindahan susur Gua Pindul, wisatawan cukup mengeluarkan uang Rp 50ribu per orang, termasuk biaya retribusi.
Di bagian lain, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Oneng Windu Wardhana mengatakan, target PAD dari retribusi wisata 2023 sebesar Rp 28,9 miliar. Bulan lalu terealisasi Rp 17,4 miliar atau sekitar 60,42 persen.
"Kami tetep berupaya semaksimal mungkin, sejauh dapat dicapai," kata Oneng Windu Wardhana.
Dia mengakui, sisa waktu dua bulan menjadi tantangan tersendiri bagi dispar dalam mengejar target akhir tahun. Upaya menarik minat wisatawan salah satunya dengan menggencarkan promosi. (gun)
Editor : Amin Surachmad