Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puncak Musim Kemarau Berlalu, Gunungkidul Beralih Pancaroba

Gunawan RaJa • Senin, 6 November 2023 | 00:04 WIB
SIAGA: Apel kesiapsiagaan BPBD KAbupaten Gunungkidul dalam rangka peringatan pengurangan resiko bencana beberapa waktu lalu. (Dok BPBD Gunungkidul)
SIAGA: Apel kesiapsiagaan BPBD KAbupaten Gunungkidul dalam rangka peringatan pengurangan resiko bencana beberapa waktu lalu. (Dok BPBD Gunungkidul)


GUNUNGKIDUL, Radar Jogja Puncak musim kemarau di Gunungkidul mulai berlalu. Awal bulan ini sejumlah wilayah diguyur hujan.
 
Peralihan musim kemarau ke penghujan atau pancaroba memiliki sejumlah potensi penyebaran berbagai penyakit menular dan bencana.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai musim pancaroba. Sebab, peralihan dua musim memiliki risiko penularan penyakit berbagai penyakit.

"Pergantian cuaca bisa menimbulkan penyakit Ispa (infeksi saluran pernapasan)," kata Dewi Irawaty Minggu (5/11).
 
Baca Juga: Total 65,9 Ha Lahan Terbakar, Setahun Terakhir, Tersebar di 18 Kapanewon Gunungkidul

Dia menjelaskan, Ispa adalah infeksi saluran pernapasan yang dapat menular ke orang lain.
 
Biasanya muncul disertai dengan demam, nyeri tenggorokan, badan meriang dan pilek. Penanganan mandiri bisa dilakukan dengan obat-obatan bebas terbatas di apotek.
 
"Atau dengan mengonsumsi minuman herbal seperti perasan air jeruk," ujarnya.

Menurutnya, penyakit menular lain juga perlu diantisipasi ketika memasuki musim penghujan. Seperti demam berdarah (DB), hipertensi (darah tinggi) dan nasofaring akut (pilek), TBC (tuberculosis), diare dan leptospirosis.
 
"Upaya pencegahan harus dilakukan dengan mengoptimalkan program gerakan masyarakat sehat (germas)," ucapnya.
 
Baca Juga: Dikira Melamar P3K Pakai Ijazah Palsu, BKD Gunungkidul: Ternyata Asli Akhirnya Diluluskan
 
Supaya lebih efektif, dukungan dari stakeholder lain diperlukan agar ke depan kesehatan masyarakat menjadi lebih baik. Dewi juga menekankan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
 
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono mulai bersiap menghadapi potensi dampak cuaca pada musim pancaroba.
 
"Seperti angin kencang," kata Purwono.

Pihaknya pun mengimbau warga supaya melakukan pengecekan kondisi saluran air. Memastikan tidak ada sumbatan sampah agar potensi banjir genangan saat hujan dapat diminimalisasi.
 
Baca Juga: Sudah Hujan tapi Kok Suhu Udara di Jogja Masih Gerah ? Begini Penjelasan BMKG
 
Diakui, pada awal bulan ini sejumlah wilayah di Gunungkidul mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang.

"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat musim hujan sejumlah wilayah banjir genangan, longsor dan angin kencang," ungkapnya. (gun)
 
Editor : Amin Surachmad
#musim pancaroba #dinkes #kabupaten gunungkidul