GUNUNGKIDUL - Harga komoditas cabai di Gunungkidul merangkak naik. Perubahan harga disebabkan oleh kemarau panjang yang mempengaruhi pasokan cabai dari petani.
Harga cabai rawit merah sebelumnya Rp 55 ribu per kilogram naik jadi Rp 70 ribu per kilogram.
Kepala Seksi Distribusi, Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul Retno Utami mengkonfimasi hal tersebut. Dia mengatakan, kenaikam harga terpantau dari hasil pemantauan stok kebutuhan pokok pasar tradisional.
"Harga semua jenis cabai naik. Misalnya cabai rawit merah Rp 70 ribu per kilogram, cabai keriting Rp 43 ribu per kilogram," kata Retno Utami Rabu (1/11).
Pihaknya menduga, pemicu kenaikan harga cabai karena pasokan di pasaran menurun. Petani cabai belum memasuki masa panen.
"Di sisi lain, pemeliharaan juga terpengaruh kemarau panjang sehingga mempengaruhi stok," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul Asar Jajang Riyanti tidak menampik tren harga barang kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan.
"Upaya pengendalian inflasi, salah satunya dengan menggelar operasi pasar murah," kata Asar.
Operasi pasar akan dihelat bulan ini bekerja sama dengan Pemerintah DIJ dan distributor. Total sembako yang disediakan sekitar 42 ton. Pasar murah akan digelar 7 dan 9 November 2023.
"Komoditas yang disediakan terdiri dari beras, minyak, gula dan telur," ujarnyam
Dia menjelaskan, masing-masing barang yang dijual nanti ada subsidi sehingga hara lebih murah ketimbang di pasaran.