Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kemarau Panjang dan Stok Menipis, Harga Semua Jenis Cabai di Gunungkidul Naik

Gunawan RaJa • Rabu, 1 November 2023 | 22:33 WIB
 
Ilustrasi Cabai Rawit. (Jawapos.com)
Ilustrasi Cabai Rawit. (Jawapos.com)


GUNUNGKIDUL  - Harga komoditas cabai di Gunungkidul merangkak naik. Perubahan harga disebabkan oleh kemarau panjang yang mempengaruhi pasokan cabai dari petani.

Harga cabai rawit merah sebelumnya Rp 55 ribu per kilogram naik jadi Rp 70 ribu per kilogram.
 
Cabai rawit hijau, sepekan lalu masih di kisaran Rp 40 ribu per kilogram sekarang Rp 50 ribu per kilogram.
 
Cabai merah keriting naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 27 ribh per kilogram dan jenis biasa dipatok dari Rp 35 ribu menjadi Rp 43 ribu per kilogram.

Kepala Seksi Distribusi, Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul Retno Utami mengkonfimasi hal tersebut.  Dia mengatakan, kenaikam harga terpantau dari hasil pemantauan stok kebutuhan pokok pasar tradisional.

"Harga semua jenis cabai naik. Misalnya cabai rawit merah Rp 70 ribu per kilogram, cabai keriting Rp 43 ribu per kilogram," kata Retno Utami Rabu (1/11).

Pihaknya menduga, pemicu kenaikan harga cabai karena pasokan di pasaran menurun. Petani cabai belum memasuki masa panen.
 
 
Sesuai dengan hukum ekonomi, pada saat pasokan menurun, sedangkan di sisi permintaan tetap tinggi, maka harga barang berangsur-angsur naik.

"Di sisi lain, pemeliharaan juga terpengaruh kemarau panjang sehingga mempengaruhi stok," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul Asar Jajang Riyanti tidak menampik tren harga barang kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan.

"Upaya pengendalian inflasi, salah satunya dengan menggelar operasi pasar murah," kata Asar.
 
Baca Juga: Sebar Hoax Biar Viral dan Banjir Follower, Seorang Pelajar Diciduk Polisi

Operasi pasar akan dihelat bulan ini bekerja sama dengan Pemerintah DIJ dan distributor. Total sembako yang disediakan sekitar 42 ton. Pasar murah akan digelar 7 dan 9 November 2023.

"Komoditas yang disediakan terdiri dari beras, minyak, gula dan telur," ujarnyam

Dia menjelaskan, masing-masing barang yang dijual nanti ada subsidi sehingga hara lebih murah ketimbang di pasaran.
 
Lokasi pasar murah telah ditentukan, yakni kreterianya kapanewon yang masuk di data kemiskinan. Kemudian di daerah diminta menentukan dua lokasi. (gun)

 
 
Editor : Amin Surachmad
#Gunungkidul #Kemarau Panjang #komoditas cabai