GUNUNGKIDUL - Oknum Babinsa Kodim 0730 Gunungkidul berinisial AG yang diduga menganiaya Lurah Pampang, Kapanewon Paliyan, Saiful Khohar, menyesali perbuatannya.
Pasca kejadian, menemui korban untuk minta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatan.
Kasih, 67, ibu korban, mengatakan, pelaku datang didampingi petinggi Kodim 0730 Gunungkidul pada Kamis (26/10) siang menjelang sore.
Dalam kesempatan itu, korban memaafkan namun tetap berharap agar kasus hukum diproses sesuai dengan aturan.
"Dia (AG) minta maaf dan saya juga maafkan. Tapi trauma ini belum hilang," kata Kasih saat ditemui Jumat (27/10).
Menurut Kasih, peristiwa yang dialami benar-benar sangat menakutkan. Bahkan, hingga hari ini keluarga besar masih belum dapat hidup tenang.
Namun, sekarang mulai merasa lega karena petinggi Kodim 0730 Gunungkidul pasang badan memberikan jaminan keamanan.
"Kata pak dandim kasus ini diproses (ke propam)," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Pampang Saiful Khohar membenarkan dari pihak pelaku dan jajaran TNI di Gunungkidul memiliki itikad baik menyelesaikan perkara tersebut. Dengan berlapang dada meminta maaf.
"Iya, dia minta maaf," kata Saiful Khohar.
Meski telah diselesaikan secara kekeluargaan, dirinya dan keluarga masih trauma. Pihaknya berharap agar kasus yang dialami diproses, seperti janji Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Kav Anton Wahyudo.
Sebelumnya diberitakan, oknum Babinsa Kodim 0730 Gunungkidul berinisial AG diduga menganiaya Lurah Pampang, Kapanewon Paliyan, Saiful Khohar.
Aksi koboi tersebut dilakukan pagi buta di rumah korban. Pemicunya salah paham terhadap hasil seleksi pengisian pamong kalurahan setempat.
Aksi koboi dilakukan pagi buta di rumah korban. Pemicunya salah paham terhadap hasil seleksi pengisian pamong kalurahan setempat.
Peristiwa itu berlangsung dini hari di Padukuhan Polaman, Kalurahan, Pampang, Kapanewon Paliyan Kamis (26/10) dini hari. (gun)
Editor : Amin Surachmad