GUNUNGKIDUL - Tingkat kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul mencapai 15,86 persen atau setara dengan penduduk sebanyak 135.330 jiwa.
Dalam rangka membantu mengurangi kemiskinan, pemerintah meminta bantuan perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gunungkidul Mohammad Arif Aldian mengatakan, kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks. Dalam penanganannya perlu didukung semua stakeholders atau unsur pentahelix, termasuk di dalamnya dari sektor privat atau dunia usaha.
"Bappeda Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu lalu bertemu dengan Forum CSR untuk melaksanakan launching dan sosialisasi gerakan Gumregah Asasta," kata Mohammad Arif Aldian Kamis (19/10).
Dia menjelaskan, Gumregah Asasta artinya semangat bersama-sama untuk menuju kesejahteraan masyarakat. Ini merupakan gerakan sinergitas dalam upaya penanganan kemiskinan, termasuk dalam hal ini kolaborasi dengan sektor privat melalui Forum CSR.
"Angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul saat ini masih cukup tinggi yaitu 15,86 persen," ujarnya.
Meskipun diakui, angka tersebut sudah menurun cukup signifikan kurang lebih sebesar 1,8 persen jika dibandingkan dengan angka kemiskinan pada tahun 2021 yaitu sebesar 17,69 persen.
"Tahun ini kami juga menyusun intervensi dan konvergensi program kegiatan untuk pengentasan kemiskinan melibatkan 38 perangkat daerah," jelasnya.
Selain itu juga bersinergi dengan Pemprov DIY maupun dengan kementerian teknis terkait baik dari Kementerian PUPR melalui BPPW DIY Kementerian PUPR, maupun dengan kementerian teknis lainnya.
"Dan dukungan dari dunia usaha sangat diperlukan untuk percepatan penanganan kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul," ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berterima kasih atas dukungan yang sudah diberikan dalam upaya penanganan kemiskinan dari kalangan dunia usaha. Baik perusahaan lokal maupun dari luar daerah.
Harapannya ke depan pelaksanaan CSR dapat dikolaborasikan secara lebih optimal dalam upaya mendukung penyelesaian sejumlah permasalahan di Gunungkidul. Dukungan dari forum CSR dinilai akan lebih efektif dan terarah.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, tahun ini menargetkan penurunan angka kemiskinan sekitar 2,5 persen. Dapat tercapai jika seluruh stakeholder di berbagai sektor terlibat dan penanganannya bersifat multi disiplin.
Baca Juga: Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa, Bawaslu DIY: Mahasiswa Punya Peran Urgen Kawal Pemilu 2024
"Bisa melalui pemberdayaan UMKM berbasis wisata maupun industri kecil dan rumah tangga," kata Endah Subekti Kuntariningsih.
Selain itu, juga dilakukan dengan penguatan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) untuk peningkatan produktivitas dan pemasaran produk pertanian. Dengan program berkelanjutan pihaknya meyakini target kemiskinan bisa terus diturunkan. (gun)