SLEMAN, RADAR JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah di Jogjakarta sudah turun hujan. Beberapa wilayah diantaranya pun diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono mengatakan, untuk wilayah yang sudah turun hujan ada di kabupaten Gunungkidul. Tepatnya di kalurahan Gedangsari dan sekitarnya. Hujan turun sekitar pukul 13.20.
Jojo sapaanya menerangkan, potensi hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi meluas ke wilayah lain. Seperti di kabupaten Gunungkidul yang meliputi kapanewon Nglipar, Patuk, dan Ngawen.
Kemudian juga di kabupaten Bantul meliputi kapanewon Piyungan. Serta di kabupaten Sleman meliputi kapanewon Berbah serta Prambanan dan sekitarnya.
Dia menjelaskan, bahwa turunnya hujan disebabkan karena awan-awan hujan sudah terbentuk di wilayah DIJ. Bahkan untuk wilayah Gunungkidul bagian utara selama dua hari kemarin telah mengalami hujan secara berturut-turut.
"Namun untuk musim penghujan tetap diprediksi terjadi pada akhir Oktober. Sampai saat ini masuk musim kemarau," ujar Jojo kepada Radar Jogja, Rabu (18/10).
Terkait dengan dampak musim kemarau di kabupaten Sleman. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro membeberkan, bahwa sejak tanggal (14/8) hingga Senin (16/10) kemarin pihaknya sudah menyalurkan air bersih sampai 1,01 juta liter.
Air bersih tersebut, lanjutnya, disalurkan ke lima kalurahan di empat kapanewon yang terdampak kekeringan. Rinciannya meliputi kapanewon Tempel di Padukuhan Jambean, Tangisan, Plambongan kalurahan Banyurejo sebesar 170 ribu liter. Lalu kalurahan Margorejo dengan total distribusi 15 ribu liter ke Puskesmas Tempel 1.
Baca Juga: Makan Banyak Korban, Ledakan di RS Kota Gaza Capai 500 Korban Jiwa, Israel - Palestina Saling Menyalahkan
Kemudian di kalurahan Hargobinangun, Pakem meliputi padukuhan Kaliurang Timur sebesar 639 ribu liter, Kaliurang Barat 156 ribu liter, dan SMP N 2 Pakem 11 ribu liter. Selain itu, di kapanewon Ngaglik tepatnya Padukuhan Nulisan, kalurahan Sumberagung juga dilakukan dropping air bersih sebanyak 12 ribu liter. Serta di Puskesmas Ngaglik II di kalurahan Donoharjo sebesar 8 ribu liter.
"Untuk jumlah jiwa yang terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini mencapai 243 kepala keluarga (KK) atau 1.184 jiwa," ungkap Bambang. (inu)