Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hapus Kemiskinan Ekstrem, Sunaryanta Optimalisasi Tiga Strategi 

Gunawan RaJa • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 18:45 WIB
OPTIMISTIS: Rapat paripurna jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gunungkidul
OPTIMISTIS: Rapat paripurna jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gunungkidul

 

RADAR JOGJA - Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengungkapkan strategi pemerintah untuk mencapai target kemiskinan ekstrem 0 persen tahun depan. Langkah itu diawali dengan menetapkan Surat Keputusan (SK) tentang program penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Merujuk pada data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, saat ini jumlah kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 6.390 jiwa.
 
Dari jumlah itu, 5.000 jiwa di antaranya telah ikut program PKH dan memperoleh sembako. Sedangkan total kemiskinan secara makro di Gunungkidul mencapai 143.620 jiwa.

Guna mencapai target kemiskinan ekstrem 0 persen, pemkab mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menekan kemiskinan dan mengaktifkan kolaborasi lintas sektor dari pusat dan daerah.

Ada tiga program utama untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Meliputi bantuan sosial guna mengurangi beban masyarakat, peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan penurunan kantong kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar.

Percepatan program itu diwujudkan melalui kegiatan bansos, dan jaminan layanan kesehatan melalui PBI BPJS. Serta stimulan jamban sehat, program keluarga harapan (PKH), rehabilitasi rumah tidak layak huni, pemberian sembako, hingga layanan air bersih dan sanitasi.

"Peningkatan pendapatan masyarakat melalui padat karya, pembangunan jalan usaha tani, pemberdayaan UMKM, KUBE Fakir Miskin, Usaha Sosial Ekonomi Produktif Keluarga Miskin (USEP KM), KURDA, dan pendampingan petani," kata Sunaryanta kemarin (13/10).

Sedangkan penurunan jumlah kantong kemiskinan melalui keterjangkauan akses infrastruktur dasar (air bersih, sanitasi dan listrik), layanan dasar (pendidikan dan kesehatan), serta meningkatkan konektivitas wilayah.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP Sugito menyoroti prioritas pembangunan Kabupaten Gunungkidul 2024. Salah satunya penurunan angka kemiskinan ekstrem. Selain itu pemkab menargetkan angka kemiskinan Gunungkidul turun menjadi 13 persen. (gun/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#Bappeda #Gunungkidul #surat keputusan