Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Panwaslu Harus Jadi Wasit yang Jujur dan Terpercaya

Gunawan RaJa • Jumat, 13 Oktober 2023 | 19:45 WIB

PEMANTAPAN - Rapat fasilitasi dan pembinaan aparatur pengawas pemilu di wilayah Kapanewon Playen Kamis (12/10).
PEMANTAPAN - Rapat fasilitasi dan pembinaan aparatur pengawas pemilu di wilayah Kapanewon Playen Kamis (12/10).
 

RADAR JOGJA - Pengawas pemilu memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan pemilu berintegritas dan profesional. Di level kalurahan, anggota pengawas kalurahan atau desa (PKD) harus jujur dan dapat dipercaya.

Pesan ini disampaikan Ketua Bawaslu DIJ Mohammad Najib dalam acara rapat fasilitasi dan pembinaan aparatur pengawas pemilu di wilayah Kapanewon Playen Kamis (12/10). Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh anggota PKD se- Kabupaten Gunungkidul."Pengawas harus paham regulasi pemilu. Tidak kalah pentingnya adalah perbaikan karakter," kata Najib.

Dikatakan, anggota PKD tidak cukup hanya mengandalkan kepintaran namun juga harus memiliki karakter yang baik sehingga bisa diandalkan. Sebab seseorang bisa dipercaya jika memiliki karakter yang baik. Selaku pengawas, harus terpercaya karena mereka adalah wasit. “Harus jujur dan adil sehingga sikap itu harus ada pada anggota PKD," ujarnya.

Menurut Najib, PKD dalam fungsi pengawasan dalam pemilu memiliki kewenangan menilai kebenaran dan kesalahan. Kalau mereka tidak bisa adil dalam mengambil sikap dampaknya dapat berbahaya."Maka ini menjadi fokus kami dalam materi pembinaan ini," jelasnya.

Pihaknya bersyukur, sejak bergabung dalam lembaga pengawas pemilu di 2023, baru sekarang anggota pengawas pemilu diisi oleh generasi muda. Dulu di Gunungkidul anggota pengawas kelurahan sudah berusia lanjut.Tapi sekarang banyak anak muda yang baru lulus S1 bersedia menjadi pengawas pemilu. “Dengan begitu mereka lebih mudah untuk dikondisikan dalam arti positif peningkatan kapasitas," ungkapnya.

Hanya diakui, jika anggota pengawas terlalu junior ada kecenderungan tidak cukup untuk dihargai oleh masyarakat. Berhadapan dengan penduduk yang notabene memiliki kemapanan bahkan level kemampuannya kabupaten dan provinsi perlu penyesuain. Kalau pengawas masih anak-anak itu soal mentalitas. Mental ini kalau masih belum mapan kalau melihat ada kesalahan tidak berani mengingatkan. “Jadi, ada kaitannya dengan perbaikan karakter,’’ terangnya.

Divisi SDM, Organisasi Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Retnoningsih mengatakan, rapat fasilitasi dan pembinaan aparatur pengawas pemilu dalam rangka mewujudkan pengawas pemilu kalurahan yang berintegritas dan profesional.”Harapannya adalah peningkatan kapasitas dalam menghadapi Pemilu 2024," kata Retnoningsih.

Seluruh anggota PKD dibekali dengan kompetensi yang telah disampaikan oleh Ketua Bawaslu Provinsi DIJ Mohammad Najib. Pihaknya juga menyebut, honor panwascam yang sempat tertunda waktu lalu sudah cair."Untuk uang saku PKD dalam pemilu ini juga meningkat sekitar 50 persen," ucapnya. (gun/din)

 

Editor : Satria Pradika
#bawaslu dij #Gunungkidul #Pemilu #PKD