Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak El Nino Belum Sampai Menggerus Anggaran Bantuan Tak Terduga

Gunawan RaJa • Minggu, 17 September 2023 | 20:00 WIB
TERKENDALI: Warga terdampak fenomena El Nino terlihat membawa jerigen dan bersiap mengambil air bantuan dari BPBD Kabupaten Gunungkidul belum lama ini.
TERKENDALI: Warga terdampak fenomena El Nino terlihat membawa jerigen dan bersiap mengambil air bantuan dari BPBD Kabupaten Gunungkidul belum lama ini.

 

GUNUNGKIDUL  - Gunungkidul sedang menghadapi fenomena El Nino atau kemarau panjang yang tak biasa. Sejauh ini efek berupa krisis air bersih masih terkendali, belum sampai menggerus anggaran bantuan tak terduga (BTT).

Dalam pengendalian dampak kekeringan, Pemkab Gunungkidul menyiapkan sejumlah skema penanganan. Di antaranya, program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), PDAM serta tanggap darurat melalui program droping air.

Program Pamsimas beberapa waktu lalu menyasar Kapanewon Gedangsari, Ngawen, Semin, Playen dan Kapanewon Patuk. Untuk droping air selain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul  juga  ada dari kapanewon. Dari total 18 kapanewon, 11 diantaranya memiliki anggaran droping.

 Baca Juga: 2,5 Tahun, Warga Perumahan di Sidorejo Kesulitan Air Bersih 
Yakni, Kapanewon Purwosari, Panggang, Paliyan, Tanjungsari, Tepus, Rongkop, Girisubo, Nglipar, Gedangsari, Patuk, dan Kapanewon Ponjong. Besaran anggaran di setiap kapanewon berbeda. Contoh, Kapanewon Tepus tahun ini menganggarkan Rp 76,5 juta.

Droping melalui BPBD Kabupaten Gunungkidul, hingga sekarang melayani permintaan droping 9 kapanewon. Wilayah yang mengajukan droping air ke BPBD, Kapanewon Purwosari, Panggang, Paliyan, Saptosari, Rongkop, Gedangsari, Ngawen, Semin, Kapanewon Karangmojo.

"Kapanewon yang tidak mengajukan droping air Wonosari dan Playen," kata Kepala BPBD Kabupaten Gunungkidul Purwono.

Dia menjelaskan, berdasarkan data 2023 hingga September BPBD Gunungkidul telah menyalurkan air 230 tangki. Kalau ditotal antara kapanewon dan BPBD, maka yang disalurkan masyarakat di kemarau tahun ini sudah mencapai sekitar 2.000 tangki.

Itu dapat dinikmati sekitar delapan ribu kepala keluarga (KK) penerima manfaat. Untuk potensi terdampak sampai dengan El Nino berakhir 31 ribu KK, dengan 112 ribu jiwa.

"Anggaran droping masih mencukupi sampai dengan akhir Oktober. Kami belum mengakses anggaran BTT," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Jawatan Sosial, Kapanewon Tepus, Joko Santoso mengatakan, anggaran droping milik kapanewon di wilayahnya melayani 450 tangki. Disalurkan ke Kalurahan Tepus, Purwodadi dan Sidoharjo.

"Kalurahan Giripanggung dan Sumberwungu, penyaluran dimintakan bantuan ke BPBD Gunungkidul," kata Joko Santoso. (gun)

 

Editor : Amin Surachmad
#el nino #Kemarau Panjang #air bersih