RADAR JOGJA - Harga beras di Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Perubahan harga terjadi pada semua jenis beras, baik premium (mutu terbaik) maupun medium (mutu baik).
Kepala Seksi (Kasi) Distribusi Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul Retno Utami mengatakan, pada pertengahan Agustus harga beras premium Rp 13 ribu per kg dan medium Rp 11 ribu per kg. "Sekarang mengalami kenaikan. Harga beras premium Rp 14 ribu per kg dan beras medium Rp 12.500 per kg," katanya Jumat (1/9/23).
Dia menjelaskan, pembatasan impor dari negara penghasil beras mengakibatkan ekspor terbatas dan memicu kenaikan. Puncak musim kemarau juga turut andil mengerek harga bahan pokok tersebut. "Masa kemarau ketersediaan panen di masyarakat mulai menipis dan juga adanya El Nino, yang diperkirakan sampai Oktober 2023," ujarnya.
Untuk mengendalikan harga beras, dalam waktu dekat digelar operasi pasar (OP). Stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui OP akan mulai dilaksanakan pada Senin (4/9). Berlangsung di halaman kantor Kapanewon Paliyan bekerjasama dengan Bulog. "Digelar OP agar harga beras terkendali," jelasnya.
Selain itu OP juga digelar di Balai Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, dan Balai Padukuhan Trowono B, Trowono, Paliyan. "Harga beras per kg dijual Rp 10.500," ungkapnya.
Menurut Retno, awal tahun lalu pernah melaksanakan OP beras di sejumlah wilayah. Di antaranya Kalurahan Putat: Kapanewon Patuk, Kalurahan Kepek: Kapanewon Wonosari, dan Kapanewon Paliyan. "OP sudah berlangsung kerja sama dengan Bulog. Kami menyediakan beras jenis medium sebanyak dua ton di tiap lokasi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho berharap persoalan kenaikan harga beras segera direspons pemerintah. Jika terlambat mengambil kebijakan, dampaknya bisa merugikan masyarakat. "Kasihan masyarakat terdampak kenaikan harga beras," katanya. (gun/laz)
Editor : Satria Pradika