GUNUNGKIDUL - Giliran warga di tiga kapanewon wilayah krisis air mendapat bantuan dari pemerintah. Masing-masing Kapanewon Playen, Patuk dan Kapanewon Gedangsari. Mereka menerima program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Rinciannya Kalurahan Bleblagieran Kapanewon Playen, Kalurahan Pengkok Kapanewon Patuk dan Kalurahan Serut Kapanewon Gedangsari.
Di Kalurahan Bleberan, pamsimas mampu dinikmati warga dan dapat mencukupi kebutuhan air bersih. Wilayah Serut sebelumnya warga membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adanya pamsimas sangat membantu masyarakat.
Kemudian wilayah Kapanewon Pengkok air kapasitas 18-20 meter kubik belum sepenuhnya bisa memenuhi 270 KK. Warga berharap ke depan program serupa kembali diteruskan agar permasalahan air dapat teratasi.
“Total bantuan SR ada 166 kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Lurah Pengkok Sigit.
Eelain keterbatasan air, wilayahnya juga sering mati listirik. Mengingat pompa air membutuhkan listrik dan berpengaruh terhadap ketahanan mesin, pihaknya minta agar menjadi perhatian.
Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Gunungkidul Muhammad Fajar Nugroho mengatakan, total anggaran pembangunan pamsimas untuk 6 kalurahan mencapai Rp 2,4 miliar.
Tahap pertama Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, dan Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari. Tahap kedua tiga wilayah baru saja diresmikan.
“Masing-masing Pamsimas dianggarkan Rp 400 juta,” kata Fajar Nugroho.
Terpisah, Kepala Balai Kawasan Permukiman dan Perumahan Joni Zainuri Ehsan berharap agar bantuan yang ada dapat digunakan dengan baik. Dia juga sepakat program tersebut berlanjut terus ke depannya.
"Apa yang kita bangun dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat seluruhnya," kata Joni Zainuri.
Di bagian lain, Bupati Gunungkidul Sunaryanta warga penerima manfaat semaksimal mungkin menggunakan bantuan. Pengelola juga diharapkan menyusun manajemen dengan baik.
“Nantinya saat ini (pamsimas) beroprasi akan ada perputaran uang di sini. Sehingga manajemen harus benar untuk menghindari perselisihan,” kata Sunaryanta.
Dia tidak menampik, kondisi geografis membuat pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengintervensi masalah air bersih. Itu artinya diperlukan sinergitas antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat agar permasalahan air bersih di Gunungkidul dapat teratasi.
“Karena ini berbasis masyarakat saya minta dikelola oleh pemerintah, dimanfaatkan oleh masyarakat dan diawasi oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. (gun)
Editor : Amin Surachmad