GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Gunungkidul dan personel gabungan menggelar apel siaga darurat kekeringan. Apel tersebut sebagai bentuk komitmen bersama meminimalisasi dampak kemarau panjang.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengintruksikan jajaran supaya bersinergi dan siaga. Itu baik berupa kesiapan personelmaupun peralatan.
"Kami minta meningkatkan kerjasama lintas sektoral serta memantapkan keterpaduan pelaksanaan tugas kemanusiaan di bidang penanggulangan bencana khususnya bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Gunungkidul," kata Sunaryanta dalam apel di Lapangan Kesatrian Wonosari Rabu (30/8).
Menurutnya, penetapan status kebencanaan kekeringan menjadi momentum agar penanganan dampak kekeringan dapat lebih baik lagi. Diawali dengan menyiapkan sumber daya manusia serta melibatkan seluruh lapisan baik dari pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan.
"Pesan saya kepada masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi kondisi saat ini, karena pemerintah bersama seluruh pihak sudah siap siaga untuk membantu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Gunungkidul Purwono mengaku telah menyiapkan droping air bersih kurang lebih sebanyak 800 tanki air. Dari jumlah itu, sejauh ini baru terpakai kurang lebih setengahnya.
"Dan, tahun ini kita juga telah menyiapkan dua kali lebih banyak dari tahun kemarin," kata Purwono.
Menurutnya, prediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung hingga 30 September. Droping air menyerap anggaran dari pemkab melalui APBD, dan kapanewon. Setidaknya ada sebelas kapanewon yang memiliki anggaran belanja air.
"Dari BPBD telah menyalurkan 110 tanki, dikirim melalui kapanewon 1.196 tangki dan dari donatur pihak swasta ada 32 tangki," ujarnya.
Hingga akhir Agustus 2023 terdata 7.402 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan air bersih melalui droping air. Mereka berada di 11 Kapanewon, 19 kelurahan, 80 Padukuhan dan 256 RT. (gun)
Editor : Amin Surachmad