GUNUNGKIDUL - Dikenal sebagai sentra pengembangbiakan sapi di Provinsi DIY, Kabupaten Gunungkidul memiliki jenis sapi peranakan ongole (PO). Sapi istimewa ini memiliki kelebihan cepat berkembang biak dan tahan cuaca ekstrem.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul Suyanto usai menghadiri kontes sapi di Pasar Hewan Siyonoharjo, Siyono, Playen Selasa (29/8).
"PO jenis sapi asal Gunungkidul," kata Suyanto.
Sapi "made in" Gunungkidul, bahkan, diakui oleh pemerintah pusat. Dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) dari Menteri Pertanian (Kementan) di 2015. Sejauh ini jenis sapi itu dikembangkan di Kapanewon Wonosari dan Playen.
"Sapi PO istimewa karena memiliki keunggulan. Reproduksi tinggi dan tahan terhadap cuaca ekstrem," ujarnya.
Dia menjelaskan, ketika inseminasi buatan (IB), sapi PO indukan cukup disuntik satu atau dua kali. Keunggulan sapi PO Gunungkidul juga sempat dikaji Balai Inseminasi Buatan di Lembang, Jawa Barat.
"Melalui balai ini, bibit sapi PO Gunungkidul disebar ke seluruh Indonesia melalui program IB," jelasnya.
Melalui kegiatan kontes diharapkan mampu mendongkrak minat masyarakat luas untuk membeli sapi PO. Selain itu, dapat memulihkan tingkat kepercayaan masyarakat pasca penyebaran penyakit antraks beberapa waktu lalu
Sementara itu, salah seorang peternak sapi PO, Theodorus, menyebut perawatan hewan ternak anggota famili bovidae dan subfamilia bovinae tidak jauh berbeda dengan sapi pada umumnya. Justru kelebihannya memiliki harga cukup tinggi karena berbanding lurus dengan keunggulan yang dimiliki.
"Harga mulai Rp 10 juta hingga ratusan juta rupiah," kata Theodorus.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi DIY Sugeng Purwanto berharap jenis sapi jenis lokal PO dipertahankan. Dengan demikian dapat terus berkembang dan mewarnai genetik sapi nasional.
"Kita ketahui sentra ternak di Yogyakarta, utamanya berada di Gunungkidul," kata Sugeng. (gun)