GUNUNGKIDUL - Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti tipe rip current di Pantai Selatan Gunungkidul. Mereka dari Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi. Mereka meneliti tentang arus balik yang dapat menyeret apa saja dengan cepat ke tengah laut.
Penelitian rip current berlangsung Kamis (24/8) di Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Metode penelitian dengan menggunakan media cairan berwarna biru.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Surisdiyanto mengatakan, ini bukan kali pertama UGM melakukan penelitian rip current. Kerja sama dengan UGM berlangsung sejak lima tahun lalu.
Baca Juga: Biaya Berwisata ke Gunungkidul Makin Mahal
"Rip current mengancam keselamatan manusia, bahkan, sejumlah orang pernah menjadi korban," kata Surisdiyanto.
Nah, hasil penelitian selanjutnya menjadi bahan tim SAR untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut. Kemudian, dapat menjadi acuan tim penyelamat untuk mengingatkan pengunjung.
"Selain itu, kami meminta kepada pengunjung agar mematuhi imbauan petugas saat berkunjung," pintanya.
Baca Juga: Tiga Kalurahan Zona Rawan di Gunungkidul Kini Bisa Gunakan Air Nonstop 24 Jam
Sementara itu, Dosen Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM Hendy Fatchurohman mengatakan, cairan berwarna biru digunakan untuk mengetahui lokasi rip current.
"Pewarna buatan dari bahan dasar cairan garam, tidak berbahaya bagi biota laut," kata Hendy Fatchurohmah.
Dia mengatakan, rip current merupakan ancaman besar di seluruh dunia. Sebab, sudah menelan ratusan korban. Faktor ketidaktahuan menjadi penyebab para korban berjatuhan terseret ke laut.
Baca Juga: Pariwisata di Gunungkidul Berkembang Pesat, PLN Beri Layanan Electrifying Tourism
"Dan ini (penelitian) salah satu tujuannya adalah memberikan edukasi pada masyarakat, efek dramatis dengan cairan pewarna," ujarnya.
Menurutnya, pewarna ini dapat mendeteksi keberadaan rip current. Secara visual akan terlihat dengan jelas sehingga wisatawan maupun warga lokal dapat menghindar dari ancaman bahaya.
"Rip current itu adalah arus yang notabene lebarnya sangat sempit tetapi sangat kuat menarik ke lautan. Jadi, dia terbentuk di sekitar garis pantai," jelasnya.
Baca Juga: Pengumuman, Rencana Kebijakan Satu Destinasi Satu TPR di Gunungkidul Dibatalkan
Dikatakan, ada titik lokasi penelitian rip current di Pantai Sepanjang yakni, sisi barat dan sisi timur pantai berpasir putih. Hasil penelitian, terdapat dua tipe rip current. Terdapat rataan terumbu, dan ada celah. Kalau ada gelombang ke arah darat dibelokkan ke celah tersebut.
"Rip current di Gunungkidul memiliki tipe menetap," terangnya.
Sisi barat sedikit berbeda meski dipengaruhi arus dasar perairan. Namun, dipengaruhi tebing sisi barat. Atau, rip current muncul karena ada pembatas, biasanya arus berbelok di sekitar tebing. (gun)