RADAR JOGJA - Kelancaran Upacara Peringatan HUT RI ke 78 di kantor Kabupaten Gunungkidul tidak lepas dari doa dan ikhtiar tim belakang layar. Selain mengundang pelatih hipnoterapi panitia juga melibatkan pawang hujan.
Analis Muda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Gunungkidul Ramiyo mengatakan, persiapan pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dilakukan secara maksimal. Terutama pada para pasukan pengibar bendera (Paskibra)
"Mulai saat dikarantina, kami juga mendatangkan hipnoterapi," kata Ramiyo usai upacara pengibaran bendera di Stadion Gelora Handayani Kamis (17/8).
Selain itu untuk baris berbasis melibatkan TNI dan Polri. Pihaknya bersyukur acara pengibaran bendera berjalan dengan lancar. Demikian juga diharapkan penurunan bendera juga berhasil sesuai dengan rencana.
"Kami juga mendatangkan pawang hujan. Ini bagian dari doa dan ikhtiar," jelasnya.
Diakui, keterlibatan 'Orang pintar' dalam peringatan HUT RI bukan tanpa alasan. Beberapa tahun sebelumnya, anak-anak paskibraka ada yang mengalami kesurupan.
"Mungkin karena kecapean. Karena itu baik jasmani maupun rohani harus bekali," ucapnya.
Ramiyo bersyukur, hingga upacara pengibaran berakhir semua berjalan lancar dan tidak terjadi hujan. Tapi di wilayah lain dilaporkan hujan dan menurutnya itu adalah berkah.
"Nanti malam doa bersama dan pengajian menghadirkan Kyai Kharis pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran" ujarnya.
Sementara itu, pelatih hipnoterapi Mbah Dadi mengatakan, setiap orang boleh berdoa meminta apapun. Termasuk agar tidak hujan, dapat rejeki dan yang lain.
"Masalah dikabulkan atau tidak itu tergantung yang Kuasa (Tuhan)," kata Mbah Dadi.
Ketika anak-anak paskibra latihan pihaknya memberikan semangat. Melatih mental agar tahan uji. Bahkan pertama karantina sudah disampaikan bahwa kemungkinan terjadi hujan. "Alhamdulillah lancar," jelasnya. (gun)
Editor : Heru Pratomo