RADAR JOGJA - Kelurahan semaki fokus meningkatkan potensi masyarakat dalam seni dan budaya. Diwujudkan melalui pelatihan tari hingga kegiatan batik mural.
Lurah Semaki Arini Susetyowati mengatakan inovasi pelatihan tari untuk masyarakat dilaksanakan selama sepuluh bulan. Diikuti oleh anak-anak dari Semaki Gede, Semaki Kulon, maupun Sanggrahan.
Pelatihan kesenian tari ini bertujuan untuk menciptakan satu tari kesenian yang menjadi ciri khas Kelurahan Semaki. Tak hanya itu saja, pelatihan batik mural juga turut dilakukan. Menyasar tembok-tembok di wilayah Semaki.
Baca Juga: Gelar Potensi Seni Dewa Wisata Purwosari Girimulyo Kulonprogo
"Karenakan banyak di tembok-tembok kampung ini dicoreti oleh anak-anak yang tidak bertanggung jawab. Maka kami wadahi agar hal itu tidak terjadi," ungkap Arini.
Pegiat seni Kelurahan Semaki Cherly Merliana menjelaskan, tari baru yang diciptakan bernama Abitoh yang berarti pemberani.
"Tari ini menceritakan generasi muda yang bisa maju menjadi generasi yang pemberani. Berani mempertanggungjawabkan apa yang sudah mereka lakukan," bebernya.
Chery berharap, agar pelatihan yang diberikan bisa berguna dan mampu memperbaiki perekonomian masyarakat. Tak hanya itu saja, program yang ada juga diharapkan dapat membuat masyarakat kembali menghidupkan budaya yang ada. (ayu/eno)
Editor : Satria Pradika