Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Dani Triyanto: Dua Kali Gagal Daftar TNI, Akhirnya Diterima Jadi Anggota Polri

Gunawan RaJa • Senin, 31 Juli 2023 | 22:59 WIB
BANGGA: Ratikem, warga Pendem, Karangduwet, Paliyan, Gunungkidul, Senin (31/7). (Istimewa)
BANGGA: Ratikem, warga Pendem, Karangduwet, Paliyan, Gunungkidul, Senin (31/7). (Istimewa)

 

GUNUNGKIDUL - Semangat Dani Triyanto, 20, warga Pendem, Karangduwet, Paliyan, Gunungkidul, dalam mengejar impian sebagai abdi negara patut diacungi jempol. Berkali-kali tidak lolos seleksi, belakangan anak petani dari pasangan suami istri (pasutri) Mudi Utomo (almarhum) dan Ratikem diterima jadi Bintara Polri.

Dani Triyanto sekarang tengah melaksanakan pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro. Dia merupakan salah satu calon anggota polisi yang masuk melalui jalur prestasi 2023.

"Di kepolisian untuk jalur Bintara ini, kita ada beberapa rekrutmen secara umum dan berprestasi dan rekrutmen lhusus," kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY AKBP Verena SW saat mengunjungi kediaman orang tua Dani Triyanto di Penden, Karangduwet, Paliyan, kemarin (31/7).

Dia menjelaskan, proses awal Dani Triyanto masuk dengan cara mendaftar dan mengikuti seleksi seperti biasa. Kemudian, akhirnya masuk ke golongan berprestasi.

"Dani ini memiliki prestasi Paskibra 2021 dan tentunya tekat kuat Dani, karena kalau tidak salah dua kali mendaftarkan dan untuk tahun ini diterima," ujarnya.

Sementara itu, Ratikem, ibu dari Dani Triyanto, tidak bisa membendung tangis bahagia saat ditemui media. Kisah sedih ditinggal sang suami meninggal dunia secara tragis seolah terbayar dengan kabar diterimanya Dani sebagai siswa Bintara Polri.

"Suami saya almarhum meninggal dunia tersengat aliran listrik PLN saat mencari rumput," kata Ratikem.

Dia mengakui, Dani berasal dari keluarga sederhana. Keinginan menjadi anggota Polri hanya modal tekad dan semangat. Anaknya aktif dalam kegiatan mengolah fisik sejak dibangun SMP. Setiap pagi dan sore lari sambil membawa batu dalam tas gendong sebagai pemberat.

"Juga aktif dalam kegiatan paskibraka. Alhamdulillah lolos jadi Polri gratis tanpa ada biaya," ungkapnya.

Sebagai petani, kata, Ratikem, tentu keberhasilan mengantar anak meraih cita-cita adalah kebanggaan tersendiri. Meski berasal dari keluarga petani namun akhirnya bisa berhasil menjadi abdi negara.

"Saya itu kalau tidak punya duit untuk nyangoni (memberi bekal uang) anak saat tes, pinjam pak dukuh," ungkapnya.

Sekarang cita-cita sudah ditangan. Sebagai seorang siswa Bintara, Dani diminta mematuhi segala aturan internal Polri. Jangan sampai membangkang terhadap perintah atasan.

"Jadilah polisi yang baik dan bisa menginspirasi pemuda lainnya," pintanya.

Ratikem mengingat perjuangan Dani Triyanto selama ini. Lulusan SMK 2 Wonosari tahun 2022, lalu daftar Bintara Polri pertama tapi gagal. Selanjutnya mencoba dua kali menjadi Tamtama TNI tapi juga tidak berhasil.

"Baru sekarang lolos pendidikan mulai 22 Juli 2023 di SPN Selopamioro," jelasnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suranto mengaku sering melihat Dani latihan fisik. Kebetulan dia tinggal dalam satu Kapanewon Paliyan. Tanda-tanda menjadi anggota Polri sebenarnya sudah nampak.

"Secara fisik bagus, ilmu agama, juga bagus, dan semangat tinggi," kata Suranto. (gun)



Editor : Amin Surachmad
#TNI #bintara polri #abdi negara #POLDA DIY