Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Padukuhan Mojosari, Penghasil Peralatan Dapur

Editor Content • Kamis, 1 Juni 2023 | 19:57 WIB
PRODUKTIF - Anggota Kelompok Kerajinan Lestari Budaya Siwur, Sukarmi nampak hati-hati membuat kerajinan alat dapur tradisional di rumahnya Padukuhan Mojosari, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar.(GUNAWAN/RADAR JOGJA)
PRODUKTIF - Anggota Kelompok Kerajinan Lestari Budaya Siwur, Sukarmi nampak hati-hati membuat kerajinan alat dapur tradisional di rumahnya Padukuhan Mojosari, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar.(GUNAWAN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Hampir separuh penduduk kampung di Padukuhan Mojosari, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar menjadi perajin alat dapur. Penghasilannya lebih besar jika dibanding mata pencaharian utama sebagai petani.

Padukuhan Mojosari dikenal sebagai perajin alat dapur sejak 2021. Mereka tergabung dalam Kelompok Kerajinan Lestari Budaya Siwur, memproduksi alat dapur tradisional. Hasil produksi seperti, talenan, ulekan, centong air, alat parut, alu, bahkan cetakan kue.

Bagian pemasaran Kelompok Kerajinan Lestari Budaya Siwur Darto Siswoyo mengatakan, selain produknya berupa alat tradisional, sebagian besar proses pembuatannya juga masih dilakukan secara tradisional."Sebenarnya kerajinan alat dapur ini menjadi tradisi turun-temurun dan kami generasi ke sekian," kata Darto Siswoyo.

Dikatakan, meski mata pencaharian utama warga adalah petani, justru hasil produksi kerajinan alat dapur menjadi penopang perekonomian. Pertanian dalam satu tahun rata-rata dua kali, sementara menekuni usaha kerajinan income yang diterima bisa lebih cepat."Hampir 50 persen warga Mojosari membuat kerajinan alat dapur," ujarnya.

Selama ini hasil produksi telah menembus pasar hingga ke kota besar seperti Jakarta. Kelompok Kerajinan Lestari Budaya Siwur pun mencoba menggaet pasar provinsi tetangga, yakni Jawa Tengah."Kalau pesan wilayah terdekat kita diantar pakai sepeda motor, selebihnya ya menggunakan kendaraan roda empat," terangnya.

Hanya diakui, dalam setiap usaha pasti menemukan kendala di lapangan. Seperti, melambungnya biaya produksi serta minimnya regenerasi perajin. Generasi sekarang lebih menginginkan kerja dengan hasil cepat."Bekerja proyek bangunan misalnya," ucap Darto.

Sementara itu, warga setempat yang turut bergabung dalam kelompok, Sukarmi mengaku sejak lama menekuni usaha kerajinan alat dapur. Bisnis alat dapur tradisional itu digarap bersama dengan suaminya."Selain mendapatkan uang, kami berharap tradisi membuat alat dapur di Mojosari dapat diwariskan ke anak cucu," kata Sukarmi. (gun/din) Editor : Editor Content
#Padukuhan Mojosari #Penghasil Peralatan Dapur