Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Gunungkidul Supartono mengatakan, sentra industri pathilo ada di wilayah Kapanewon Tanjungsari.
Bantuan yang disalurkan dalam bentuk alat produksi, senilai Rp 658 juta. Diberikan secara simbolis kepada pelaku usaha di Balai Padukuhan Cabean, Ngestirejo, Tanjungsari belum lama ini. "Pembuat pathilo kami dorong agar meningkatkan produktivitasnya," kata Supartono saat dihubungi kemarin (12/4).
Sementara itu, Lurah Ngestirejo Wahyu Suhendri berharap, bantuan peralatan dapat meningkatkan produktivitas sentra industri pathilo.
"Dengan demikian produksi dan nilai ekonomi dapat meningkat," kata Wahyu.
Diakui, produk olahan berbahan ketela tidak lepas dari kendala-kendala tanpa kecuali pembuatan pathilo. Selama ini para perajin terkendala ketersediaan bahan baku, karena tidak ada stok.
"Bahan baku seringkali kosong, karena tidak mesti petani panen ketela. Ini menjadi catatan bagi kami," ujarnya.
Lebih jauh dikatakan, sampai saat ini anggota sentra industri pathilo sebanyak 63 orang. Untuk pengolahan produksi industri pathilo tersebar di berbagai wilayah Kapanewon Tanjungsari. (gun/eno) Editor : Editor Content