RADAR JOGJA - Tahun ini bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) pendidikan anak usia dini (PAUD) kembali turun. Agar tersasar program tersebut, satuan PAUD diminta rutin melakukan sinkronisasi data pokok pendidikan (dapodik).
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul Irma Madyastuti Rahayu mengatakan, sosialisasi BOP PAUD 2023 sudah dilakukan belum lama ini. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh lembaga TK, Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Taman Penitipan Anak (TPA) se-Gunungkidul.
"Diharapkan untuk selanjutnya lembaga harus selalu rutin melakukan sinkronisasi dapodik. Jangan menunggu 31 Agustus saja agar tidak terjadi lagi lembaga tidak mendapatkan BOP PAUD," harap Irma.
Dikatakan, tahun ini sudah menggunakan sistem aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Sehingga diharapkan lembaga menyiapkan operator handal, dan sarana prasarana memadai. Agar pelaksanaan BOP PAUD 2023 berjalan dengan lancar tanpa suatu masalah. "Ada tujuh lembaga yang tidak mendapatkan BOP PAUD tahun ini dikarenakan berbagai hal," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Gunungkidul Nunuk Setyowati menuturkan, nilai BOP PAUD tahun ini menurun. "Tahun 2022 BOP PAUD kita Rp 17.614.080.000 dan tahun ini Rp 17.599.110.000," kata Nunuk.
Besaran bantuan yang diterima setiap lembaga, berbeda. Menyesuaikan dengan jumlah siswa. Nantinya, penyaluran langsung dana dari kas negara ke rekening satuan pendidikan, dan penggunaan dana yang fleksibel. Dia berharap nantinya lembaga PAUD tidak terlambat dalam mengumpulkan laporan pertanggungjawaban pencairan tahap pertama. Sebab hal ini bisa menjadi penyebab bantuan tidak bisa digunakan. (gun/eno) Editor : Editor Content