Lurah Tegalrejo Sarjono mengatakan hingga kini material longsoran tanah masih menggunung di tengah jalan. Belum ada progres penanganan karena terkendala faktor cuaca. Pengguna jalan diarahkan ke jalur lain."Wilayah kami masih diguyur hujan, tanah labil," kata Sarjono kemarin (23/2).
Diakui setelah kejadian pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul. Targetnya adalah penanganan lanjutan mengingat jalan tersebut sangat vital. Menjadi jalur penting mobilitas masyarakat, baik Tegalrejo maupun Kalurahan Mertelu.
"Dua kepala keluarga (KK) disekitar lokasi kami minta waspada. Jika berpotensi membahayakan keselamatan kami minta segera mengungsi," ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono mengaku telah melakukan pengecekan lapangan.
Petugas datang bersama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Mulai dari badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) dan dinas pekerjaan umum perumahan Rlrakyat dan kawasan permukiman (DPUPRKP). "Lokasi longsor berdampak pada akses jalan Kabupaten Gunungkidul," kata Purwono.
Berdasarkan hasil pengecekan, upaya penanganan longsor masih sulit dilakukan. Kondisi tanah masih labil lantaran muncul aliran air di dalam tanah.
Mengenai bantuan permakanan kepada pengungsi disesuaikan dengan keperluan."Kami juga sedang berkoordinasi dengan pak Sekda (Sri Sihartanta) terkait dengan kebutuhan anggaran," ujarnya.
Untuk mengingatkan, longsor di Tegalrejo terjadi pada Kamis (16/02) siang. Dalam peristiwa itu menyebabkan akses Kalurahan Tegalrejo dan Mertelu hingga terputus total. Warga kini harus melewati jalan memutar sekitar 5 KM lebih jauh. (gun/din) Editor : Editor Content