Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Air Keluar dari Aspal, Diduga Luberan Sendang Slumprit

Administrator • Kamis, 19 Januari 2023 | 20:38 WIB
ILUSTRASI: Jalan di wilayah perbatasan Gunungkidul-Bantul, tepatnya tikungan Ngembes, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk. (GUNAWAN/RADAR JOGJA)
ILUSTRASI: Jalan di wilayah perbatasan Gunungkidul-Bantul, tepatnya tikungan Ngembes, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk. (GUNAWAN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Air tiba-tiba keluar dari aspal di wilayah perbatasan Gunungkidul-Bantul, tepatnya tikungan Ngembes, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk. Air tersebut keluar dari celah yang di aspal. Debit air yang keluar dari aspal cukup deras sehingga merusak jalan.

Seorang pengguna jalan, Slamet Budiyono mengatakan kejadian air keluar dari aspal meninggalkan kubangan di tengah jalan. Beberapa waktu lalu sempat ada perbaikan namun belakangan rusak lagi.

"Kalau saya lewat aspal terlihat basah. Awalnya saya kira hanya rembesan air biasa dampak musim penghujan," kata Slamet Budiono, Kamis (19/1).

Tapi anehnya tidak semua aspal basah oleh air, karena hanya sebagian dan di titik tertentu. Diharapkan munculnya air dari aspal tersebut tidak mengakibatkan dampak yang lebih buruk.

"Lokasi air keluar di dekat tulisan Gunungkidul Handayani atau sekitar perbatasan dengan Kabupaten Bantul," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Patuk, Catur Bowo mengatakan, air yang keluar dari aspal berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Pihaknya tidak bisa memastikan dari mana sumber air berasal. Namun jika dilihat mata telanjang kemungkinan berasal dari Sendang Slumprit.

"Di atasnya memang ada sumber air yang bernama Slumprit yang saat ini dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sumber air ini dulu banyak digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan hidup," kata Catur Wibowo.

Mengenai dampak yang ditimbulkan, yakni kerusakan jalan. Jakur tersebut sudah beberapa kali diperbaiki, bahkan menggunakan metode cor namun tetap rusak.

Terpisah Direktur PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta mengatakan, di lokasi aspal keluar air jalan Jogja-Wonosari bukan berasal dari jalur PDAM. Itu dapat dipastikan karena di wilayah itu belum tersambung instalasi PDAM. "Bukan dari kami, karena belum ada jalur yang sampai sana," kata Toto Sugiharto.

Dibagianlain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah - DI Jogjakarta terkait kejadian itu. Aspal akan mengelupas jika genangan air terus muncul, sehingga perlu penanganan dan kajian lebih mendalam. Namun demikian, untuk penanganan jalan nasional dilakukan BBPJN.  "Rencananya penanganan permanan akan dilakukan tahun ini," kata Irawan. (gun/ila)

  Editor : Administrator
#Patuk Gunungkidul #Tikungan Ngembes