Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Gunungkidul Bayu Susilo Aji mengatakan sosialisasi perubahan jalur sudah dilakukan sejak dua pekan terakhir. Dengan pengeras suara mengimbau masyarakat supaya hati-hati berlalu lintas.
"Sebelumnya, dengan menggunakan pengeras suara, kami juga mensosialisasikan rekayasa jalur ini," jelas Bayu Susilo Aji saat dihubungi (18/1).
Dia menjelaskan, mulai hari ini forum lalu lintas mulai melakukan uji coba jalur baru di kawasan Tugu Tobong. Petugas juga menindaklanjuti dengan patroli di sekitar lokasi untuk mengingatkan pengguna jalan.
"Untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, ada rekayasa jalur. Simpang Kyai Legi (jalur haji), dari selatan tidak boleh langsung ke arah kota Wonosari. Pengendara harus memutar di sekitar tugu Tobong Gamping," katanya.
Disinggung mengenai alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) di jalur Tobong, menurutnya dalam uji coba rekayasa jalur dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan dari Provinsi DIJ juga hadir di lokasi.
"Nanti kementerian akan melakukan kajian diperlukan tidaknya simpang empat atau simpang lima di kawasan Tugu Tobong. Jik hasil kajian diperlukan APIL, dari pihak kementerian juga akan mensuport pemasangan," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dishub Kabupaten Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto menegaskan perubahan jalur lalu lintas di jalur Tugu Tobong diberlakukan mulai kemarin. Balai pengelola transportasi daerah (BPTD) wilayah X, lanjutnya, juga menyetujui usulan rekayasa jalur.
"Kami wilayah bersama kepolisian mengusulkan ke BPTD dan disetujui," kata Rakhmadian Wijayanto. (gun/dwi) Editor : Editor News