RADAR JOGJA - Status Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk sebagai kalurahan budaya kini semakin lengkap. Wilayah dengan sembilan padukuhan tersebut mendapatkan hibah sarana dan prasarana budaya melalui dana keistimewaan (danais).
Gedung balai budaya ini secara simbolis diserahterimakan dan diresmikan oleh Gubernur DIJ Sultan HB X, melalui Sekda Provinsi DIJ Kadarmanta Baskara Aji di Padukuhan Gumawang, Senin (12/12). “Kami menyerahkan bantuan, baik balai budaya maupun sarpras (sarana dan prasarana) budaya. Tentu berharap penerima bantuan agar bisa memanfaatkan sehingga bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan mensejahterakan masyarakat dan tidak muspro (sia-sia),” kata Baskara Aji.
Dikatakan, perkembangan jumlah wisatawan khususnya di Gunungkidul makin hari semakin banyak. Selain destinasi wisata yang sudah ada, destinasi budaya minat khusus juga perlu dikembangkan sehingga ada alternatif wisata. “Titip kepada lurah, panewu khususnya kepala dinas mendorong agar balai budaya dan sarana budaya menjadi program danais dan dapat bermanfaat,” ujarnya.
Setelah diresmikan, harapannya gedung balai budaya selalu ramai dengan aktifitas dan kegiatan. Aktivitas yang selama ini tersebar di sejumlah wilayah padukuhan hendaknya dapat bergeser ke balai budaya.“Karena bisa dikembangkan berbagai atraksi,” ucapnya.
Lurah Putat Rusbandi mewakili warga mengucapkan terima kasih atas hibah sarana dan prasarana budaya melalui danais. Selanjutnya, warga masyarakat dipersilakan untuk memanfaatkan sebaik mungkin.“Khusus kepada generasi muda. Generasi penerus, kami minta agar aktif dalam berbagai program kegiatan,” kata Rusbandi.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta berharap berdirinya balai budaya menjadi spirit pengembangan perekonomian masyarakat. Kalurahan Putat memiliki banyak potensi. “Mulai dari kuliner, kerajinan dan masih banyak lagi. Saya sangat yakin potensi itu bisa dikembangkan lebih maksimal,” kata Sunaryanta. (gun/din)
Editor : Editor Content