Kepala SMAN 1 Wonosari Muh Tauqik Salyono mengatakan, sekolahnya mulai menerapkan program Sekolah Penggerak sejak tahun lalu. Selain itu, SMAN 1 Wonosari juga telah mengimplementasikan kurikulum merdeka."Program Sekolah Penggerak untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia. Mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila," kata Muh Tauqik kemarin (4/10).
Dia menjelaskan, sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi dan karakter. Diawali dengan sumber daya manusia (SDM) yang unggul yaitu kepala sekolah dan guru. "Terima kasih beberapa waktu lalu SMAN 1 Pleret study tiru ke SMAN 1 Wonosari," ucapnya.
Kepala SMAN 1 Pleret, Bantul H Hery Kurniawan Akhmad Ikhsan mengatakan, Sekolah Penggerak merupakan Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Study tiru ke SMAN 1 Wonosari, karena (sekolah ini) sudah melaksanakan Program Sekolah Penggerak mulai tahun 2021/2022. Kami baru mulai tahun ini," kata Hery.
Ketua Komite SMAN 1 Pleret KRT H Sunarto Probo Hadinegoro berharap, kegiatan study tiru menambah wawasan. Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.
Menurutnya, peran Komite SMAN 1 Wonosari dan alumni Ika Ekamas sangat baik. Hal baik tersebut dapat di amati, ditiru dan modifikasi sehingga bisa disesuaikan di SMAN 1 Pleret. (gun/din) Editor : Editor Content