Potensi banjir wilayah pesisir tersebut dipicu peningkatan kecepatan angin yang konsisten hingga 46 kilometer per jam dan mengakibatkan gelombang tinggi mencapai 4.0-6.0 meter. Berdasarkan analisis dan prediksi pasang surut serta adanya potensi angin kencang dan gelobang tinggi, kondisi banjir pesisir dapat berlangsung mulai kemarin hingga hari ini. Kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat pesisir."Masyarakat diimbau menyiapkan upaya mitigasi dan adaptasi untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir," pesan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta, Warjono saat dihubungi Selasa (26/7).
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan antisipasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan mulai dilakukan. Salah satunya meminta para nelayan menyandarkan kapal. "Kapal-kapal sudah bersandar sejak Senin (25 /7) kemarin," kata Marjono.
Pihaknya juga mengimbau warga setempat dan wisatawan supaya waspada terhadap potensi peningkatan ketinggian gelombang laut. Diakui sejak pagi kemarin ada peningkatan tinggi gelombang.
Terpisah, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko menghimbau kepada nelayan untuk hati-hati. Jika berpotensi membahayakan keselamatan diminta tidak memaksakan diri melaut."Prediksi puncak tinggi gelombang pukul 12.00 WIB,’’ kata Sunu Handoko. (gun/din) Editor : Editor Content