Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Agak Sulit Dinyalakan, Heboh saat Keluar Asap

Editor Content • Minggu, 22 Mei 2022 | 15:30 WIB
Heri Prastowo Pengguna obat nyamuk bakar warga Glodokan, Pulutan, Wonosari.(ISTIMEWA)
Heri Prastowo Pengguna obat nyamuk bakar warga Glodokan, Pulutan, Wonosari.(ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Obat nyamuk bakar identik dengan bentuknya yang bulat spiral dan berwarna hijau. Namun, dewasa ini bentuk bulat melingkar dipandang sudah kuno. Pengusir nyamuk dengan ciri kepulan asap ini sempat hits di era tahun 90-an.

Seorang pengguna obat nyamuk bakar warga Glodokan, Pulutan, Wonosari, Heri Prastowo mengaku ingat ketika usia sekolah. Saat banyak nyamuk di rumah, ibunya menggunakan berbagai cara untuk mengusir nyamuk nakal. Cara termudah cukup menepuk dengan kedua tangan.

Kalau tidak meleset, biasanya nyamuk mati berkeping-keping. Tapi metode tepuk tangan bikin capek. “Ibu biasanya mengusir nyamuk menggunakan obat nyamuk bakar,” kata Heri Prastowo saat dihubungi Radar Jogja kemarin (20/5).
Dikatakan, obat nyamuk bakar berbentuk melingkar dan kebanyakan berwarna hijau. Tapi tidak jarang menemukan warna ungu atau merah. Serangan nyamuk biasanya mengganas ketika memasuki musim penghujan.

Pengalaman pertama diberikan obat nyamuk bakar jadi pengalaman tersendiri. Setelah membaca intruksi cara penggunan obat nyamuk bakar, Heri langsung mencoba. Sayangnya, barang yang berguna untuk mengusir nyamuk itu tidak dapat berfungsi sesuai harapan. “Disumet (dibakar, Red) tidak kunjung menyala. Sampai bingung saya,” ujarnya mengenang kelucuan kala itu.

Setelah mencoba sekuat tenaga, obat nyamuk itu akhirnya terbakar dengan sukses. Nyamuk dan serangga biasanya akan mati karena asap yang dihasilkan oleh obat nyamuk bakar ini. Ada tapinya, meski obat nyamuk bakar tidak berbahaya bagi manusia, tetap saja mengganggu pernapasan.
Oleh karena itu, pihaknya memilih keluar dari kamar terlebih dahulu. “Asapnya itu lho. Tapi betul, kepulan asap yang dihasilkan terbukti mampu mengusir nyamuk,” ucapnya.

Menurut Heri, sejak kali pertama diperkenalkan pada awal 1990-an obat nyamuk bakar tidak mengalami perkembangan signifikan. Di sisi lain tuntutan dan tantangan yang dihadapi konsumen terus berkembang.
Hanya diakui, sekarang ada jenis obat nyamuk bakar piramida berbahan karton dan minim asap. Manfaatnya sama yakni, mengusir nyamuk dan serangga. “Tapi bagi saya, obat nyamyuk bakar ya bentuknya bulat melingkar. Kalau menemukan bentuk berbeda, agak aneh,” terangnya.

Berbeda dengan Heri Prastawa, pengguna lain warga Kapanewon Semanu, Marlan punya pengalaman menakutkan ketika menggunakan obat nyamuk bakar. Saat itu, seperti biasa saat memasuki malam tiba nyamuk mulai bermunculan. Bunyi 'ngang nging' cukup menjengkelkan karena berseliweran di daun telinganya. Sejurus kemudian nyamuk menyerang kaki dan tangan. “Sampai berdarah kaki saya, gatal kena garuk,” ungkapnya.

Bergegaslah dia pergi ke warung sebelah rumah untuk beli obat nyamuk bakar. Bungkusan kotak tipis di dalamnya obat nyamuk bakar bentuknya bulat spiral. Di sinilah awal mula kepanikan itu. Marlan mengaku tidak mengindahkan aturan pemakaian. Obat nyamuk dinyalakan dan hanya ditempelkan asal-asalan.

Secara mengejutkan, bangun dari tidur dan mendapati kain sarung yang dikenakan terbakar. “Untung segera ketahuan. Sejak saat itu, saya selalu hati-hati ketika menggunakan obat nyamuk bakar,” ucapnya. (gun/laz) Editor : Editor Content
#oldies