RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul meminta warga untuk mewaspadai hujan lebat diserta angin kencang. Berdasarkan hasil pemetaan kebencanaan, potensi kerawanan menyebar disemua wilayah kapanewon.
Kepala Seksi Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Agus Wibawa mengatakan, baru-baru ini bencana angin kencang dialami warga Kalurahan Mulusan dan Karangasem, Kapanewon Paliyan."Tercatat ada 186 rumah warga terdampak, tersebar di Kalurahan Mulusan dan Karangasem," kata Agus Wibawa saat dihubungi Minggu (13/3).
Dia menjelaskan, peristiwa angin kencang terjadi pada Jumat (11/3). Hasil pendataan, wilayah terparah berada di Kalurahan Mulusan sebanyak 177 unit rumah. Lima rumah di antaranya mengalami rusak berat. Dampak pararelnya, sebanyak 186 Kepala Keluarga (KK) terdampak dengan total 705 jiwa ikut terkena imbasnya."Di antaranya, sampai sekarang masih ada warga mengungsi ke rumah sodara karena rumah rusak berat," ujarnya.
Penanganan pascabencana, kata dia, terkendala cuaca. Menurutnya, kerusakan rumah juga dipicu karena tertimpa pohon tumbang. Masih berdasarkan data di lapangan, dilaporkan dua orang warga turut menjadi korban karena terluka dan sudah mendapatkan penanganan."Proses penanganan terus dilakukan. Kini telah didirikan posko penanganan serta dapur umum di Balai Padukuhan Kenteng, Kalurahan Mulusan," terangnya.
Terpisah, Lurah Mulusan Supodo mengatakan, hari kedua pasca musibah angin kencang di wilayahnya, upaya perbaikan terus dilakukan. Perkembangan baru sekitar 50 persen dari kerusakan yang telah tertangani. “Untuk bantuan permakanan masih aman," kata Supodo.
Namun hingga kini bantuan dari pemkab berkaitan dengan material perbaikan juga belum juga turun. Selain menerima bantuan dari pihak ketiga, warga juga bahu membahu saling meringankan. Dari pemkab, bantuan logistik makanan sudah tersalurkan kepada para korban. "Kebutuhan paling mendesak bantuan asbes dan kayu usuk untuk perbaikan atap rumah," ujarnya. (gun/pra) Editor : Editor Content