Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tebing Runtuh Timbun Kediaman Warga

Editor Content • Selasa, 15 Februari 2022 | 22:38 WIB
RUNTUH - Warga dibantu petugas gotong royong membersihkan material longsoran di Padukuhan Nglampar, Kalurahan Nglegi, Kapanewon Patuk kemarin (14/2).(ISTIMEWA)
RUNTUH - Warga dibantu petugas gotong royong membersihkan material longsoran di Padukuhan Nglampar, Kalurahan Nglegi, Kapanewon Patuk kemarin (14/2).(ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah kapanewon di Gunungkidul memicu bencana tanah longsor. Di wilayah zona rawan Kapanewon Patuk, tebing setinggi kurang lebih 5 meter runtuh menimbun bangunan milik warga.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Agus Wibowo mengatakan, kejadian longsor berlangsung pada Minggu malam (13/2) sekitar pukul 23.45 WIB. "Lokasinya ada di Padukuhan Nglampar, Kalurahan Nglegi, Kapanewon Patuk," kata Agus Wibowo saat dihubungi Senin (14/2).

Dia menjelaskan, tanah longsor dengan ketinggian kurang lebih 5 meter dan lebar sekitar 3 meter menimbun bangunan tempat usaha mebel yang terletak di dekat rumah tinggal milik Sumadi,65. "Kejadian tanah longsor diawali hujan deras dengan durasi cukup lama," ujarnya.

Berdasarkan data-data di lapangam hujan lebat dan intensitas hujan yang cukup lama mengakibatkan tanah longsor dan material tanah dan bebatuan runtuh menimbun bangunan tempat usaha milik korban. "Korban jiwa nihil namun kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta," ungkapnya.

Menurut keterangan warga, kejadian tanah longsor di lokasi bukan kali pertama. Tercatat terjadi sebanyak dua kali, pertama sekitar tahun 1989. Agus mengimbau kepada warga yang tingga di daerah rawan agar meningkatkan kewaspadaan. "Zona utara seperti Kapanewon Patuk rentan terjadi tanah longsor," ujarnya.

Sementara itu, Panewu Patuk Martono Imam Santoso mengakui, wilayahnya termasuk zona merah bencana tanah longsor. Tidak sedikit, warga yang tinggal di lereng bukit sehingga perlu waspada terutama ketika terjadi hujan deras dengan intensitas cukup lama. Selain tanah longsor, mantan Panewu Gendangsari ini juga mengimbau warga agar mewaspadai ancaman angin kencang. Dia menyarankan ranting pohon dekat pemukiman penduduk ditebang untuk meminimalisir pohon tumbang. "Jika ada kejadian bencana kami meminta agar segera melapor supaya lekas mendapatkan penanganan," kata Imam Santoso. (gun/bah) Editor : Editor Content
#Kapanewon Patuk #Tanah Longsor #Gunungkidul