Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunungkidul Akan Punya Mal

Editor Content • Jumat, 17 Desember 2021 | 17:54 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA – Tak mau kalah dengan Kota Jogja dan Sleman, Gunungkidul akan jadi kabupaten ketiga di DIJ yang memiliki mal."Untuk mal, sudah ada investor mencari tempat," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Gunungkidul Irawan Jatmiko, kemarin (16/12).

Menurut dia, investor mengincar lokasi pusat kota, berdekatan dengan Alun-alun Wonosari. Karena ada kendala, pihaknya menawarkan lahan di Siyono yakni Kampus Universitas Gunungkidul (UGK). Menurutnya, kampus tersebut akan pindah ke wilayah Kapanewon Karangmojo. Lahan kosong depan kampus UGK juga bisa menjadi alternatif.

Dia mengatakan, hotel dan mal menjadi bagian dari peningkatan ekonomi serta menyambut kunjungan dari berbagai daerah. Baik dalam maupun luar negeri. Selama ini, mereka lebih menginap di kota tetangga karena tidak adanya fasilitas akomodasi yang dinilai nyaman.

Diyakini pasti ada nilai tambah dari pajak hunian hotel atau kuliner yang ada di sekitar. Tujuan utamanya karena Gunungkidul ingin lebih maju dan memiliki hotel representatif yang bisa dibanggakan masyarakat. Untuk lokasi, kebanyakan investor memilih wilayah perkotaan dan kawasan pesisir karena dinilai potensial untuk meningkatkan pergerakan dunia bisnis di kabupaten berjuluk Handayani tersebut. "Kalau untuk hotel sudah beberapa dibangun, di antaranya di Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kundha Mandala Niti Sarta Sasana atau Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul Winaryo mengatakan, ada perluasan kawasan industri. Diawali dengan revisi Perda No.6/2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Telah mendapatkan pengesahan subtansi dari DPRD."Di Kalurahan Candirejo, Semin dari 75 hektare menjadi 400 hektare," kata Winaryo.

Mengenai investasi pembangunan hotel dan mal, peluangnya terbuka lebar. Walau begitu titik koordinat lokasi harus dikomunikasikan untuk dilihat pola ruangnya. Lokasi pembangunan mal bisa di dalam kota atau Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Maupun daerah Sambipitu, Bunder Patuk, pinggir jalan Tawang-Ngalang dan Kapanewon Semin."Wilayah itu di RTRW baru nanti kami jadikan kawasan pertumbuhan," bebernya.

Terpisah, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul Adinoto mengakui ada penyusutan lahan abadi atau lahan khusus pertanian. Awalnya data lahan abadi seluas 30 ribu hektare. Kemudian dengan adanya kajian implementasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) 2021 turun menjadi 22.234 hektare."Dengan rincian lahan inti 21.576 hektare, dan lahan cadangan 657,92 hektare," kata Adinoto. (gun) Editor : Editor Content
#DPMPT Kabupaten Gunungkidul