Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Razia Balap Liar di JJLS, Angkut 12 Motor

Editor Content • Senin, 6 September 2021 | 17:09 WIB
CARI ANGIN: Anak-anak bermain layangan saat cuaca panas di Alun-alun Selatan, Jogja, kemarin (13/11). Cuaca panas yang terjadi di jogja beberapa hari terakhir tidak terkait dengan status Gunung Merapi.(GELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
CARI ANGIN: Anak-anak bermain layangan saat cuaca panas di Alun-alun Selatan, Jogja, kemarin (13/11). Cuaca panas yang terjadi di jogja beberapa hari terakhir tidak terkait dengan status Gunung Merapi.(GELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Belasan motor diamankan anggota Polres Gunungkidul. Kendaraan roda dua tersebut ditemukan ketika polisi melakukan razia di sepanjang Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) wilayah Kapanewon Rongkop. Saat terjaring razia, pemilik motor didata dan motornya diangkut petugas.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, razia dilakukan menindaklanjuti informasi warga mengenai indikasi balap liar di jalan yang baru dibangun itu. Masih menurut keterangan masyarakat, aksi balap liar biasanya berlangsung sore menjelang petang. "Razia antisipasi balap liar," kata Suryanto saat dihubungi kemarin (5/9).

Dia menjelaskan, rute patroli di JJLS Pertigaan Watumanten, Semugih – Bendorubuh – Saban – Duwet, Karangwuni sekitar pukul 16.30. Petugas langsung fokus pada deretan sejumlah sepeda motor di pinggir jalan. Saat terjaring razia, pemilik motor didata oleh petugas."Sedangkan, motornya diangkut menggunakan pikap patroli lantas ke Mapolres Gunungkidul. Ada 12 motor diamankan," ujarnya.

Dia mengakui, selama ini saat weekend di lokasi tersebut memang rawan dan informasinya sering digunakan untuk balap liar. Tentunya tetap menjadi atensi petugas dengan menggelar razia. Sebanyak 12 sepeda motor diantaranya dengan knalpot blombongan dan tidak disertai kelengkapan surat-surat dikandangkan.

Dalam patroli itu memang tidak ditemukan adanya balap liar, namun sebanyak 12 sepeda motor tetap amankan karena tidak sesuai standar dan tidak dilengkapi dokumen surat kendaraan. Menurutnya, sejak JJLS dibangun, wilayah perbatasan dengan Kabupaten Wonogiri ini marak terjadi balap liar."Diduga dilakukan anak-anak remaja yang berasal dari berbagai wilayah," terangnya.

Sementara itu, Polres Gunungkidul AKP Matinus Sakti Givriyanto mengatakan, penertiban balap liar juga menyasar pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan. Misalnya, memakai knalpot blombongan dan tidak memakai helm."Kami mengimbau kepada para remaja yang sedang berkumpul agar tidak melakukan aksi balap liar di sepanjang JJLS. Apa lagi masih dalam situasi pandemi. Jangan berkerumun," kata Matinus.

Selain mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, aksi balap liar juga dapat mengganggu keamanan bagi pengguna jalan. Pihaknya mengucapkan terimakasih atas informasi yang masuk terkait dugaan balap liar. Dengan demikian petugas dapat bergerak cepat dan segera mengantisipasi."Dibubarkan dengan aman dan tertib," ujarnya. (gun/pra)

  Editor : Editor Content
#JJLS #Gunungkidul #Razia Balap Liar #jalur jalan lintas selatan