Penutupan sementara objek wisata (obwis) diperpanjang sampai dengan 30 Agustus 2021. Hal ini sesuai dengan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Dalam Inmendagri kabupaten/kota di DIJ yang masih berstatus level 4 adalah Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Jogjakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul.
“Karena Gunungkidul masuk level 4 maka objek wisata sementara belum boleh dibuka,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono saat dihubungi Selasa (24/8).
Dia mengakui, perpanjangan PPKM berdampak terhadap potensi kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar. Sebelum pemberlakuan PPKM darurat disertai penutupan kawasan wisata tingkat kunjungan rata-rata 40 ribu orang perminggu. Sampai 30 Agustus 2021 penutupan sekitar delapan minggu.
Dijabarkan, pengeluaran belanja wisatawan rata-rata saat pandemi mencapai Rp 81 ribu perorang. Jika dikalikan 40.000 pengunjung dan dikalikan 8 minggu penutupan. ”Potensi kehilangan dari belanja wisatawan sekitar Rp 25 miliar,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan, meski wisata ditutup namun minat pelancong berlibur ke Bumi Handayani cukup tinggi. Mereka terpantau hendak menuju kesejumlah destinasi wisata, namun diminta putar balik karena masih tutup. “Diimbau kepada calon wisatawan agar tidak datang terlebih dahulu. Mohon bersabar agar semuanya kondusif terlebih dahulu,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko membenarkan prihal adanya lonjakan jumlah calon pengunjung. Rata-rata mereka berasal dari luar DIJ. Paling jauh kendaraan dengan Plat nomor L (Surabaya). “Kami berupaya memberikan penjelasan sebaik mungkin, bahwa tempat wisata memang belum dibuka sehingga tidak boleh masuk,” kata Sunu.
Terpisah, pengelola persewaan alat snorkeling Pantai Nglambor, Tepus, Adhitya Putratama mengatakan, sebelum PPKM setiap minggu melayani sebanyak 50 orang. Sekarang jasanya diliburkan terlebih dahulu, karena menunggu kepastian kapan bisa beroperasi. “Harapan kami pandemi segera terkondisi dan kita bisa kembali beraktifitas di sektor pariwisata,” kata Adhitya Putratama. (gun/bah)
Editor : Editor Content