Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, total ada 70 persen murid mengalami kendala belajar daring. Salah satu persoalannya ketiadaan sinyal handphone.“Untuk SMP yang bisa belajar daring 50 persen, sementara SD 30 persen,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid Kamis (13/8).
Hanya diakui, area blank spot memang bukan satu-satunya persoalan sulitnya belajar daring. Ketiadaan alat pendukung telepon canggih hingga kesulitan mengoperasikan laptop juga menjadi perhatian serius untuk ditindaklanjuti. “Maka saat ini skema pembelajaran di tengah pandemi sekalian daring juga luring atau tatap muka secara terbatas,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, guna meminimalisir area blank spot mulai dipasang wifi gratis. Dari target tahun ini sebanyak seribu titik telah terpasang sebanyak 810 titik. “Wifi gratis dipasang di sekolah, kantor kalurahan, kantor pelayanan publik, hingga lokasi wisata,” ujarnya.
Dia berharap, pemasangan jaringan internet gratis membantu mengurangi blank spot, sehingga memudahkan siswa belajar daring. Menurutnya, pembangunan jaringan internet sesuai dengan RPJMD Kabupaten Gunungkidul dan merupakan amanat Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 11/2019 tentang Pengelolaan Ingformasi dan Komunikasi serta Peraturan Bupati Nomor 48/2019 tentang Master Plan Smart City Kabupaten Gunungkidul.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuliantoro mengatakan, layanan koneksi internet seribu titik menjadi aset dalam melanjutkan pembangunan dan mencapai kesejahteraan masyarakat yang jauh lebih baik dan mengantisipasi permasalahan global, termasuk pandemi Covid-19. (gun/bah) Editor : Editor Content