Kepala Dinkes Gunungkidul Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan, rapid test masal di lokasi objek vital berlangsung kemarin (10/6). Lokasi transaksi jual beli dipandang penting karena berpotensi terjadinya penularan.
“Pemeriksaan ini sebagai bentuk antisipasi. Klaster Karangmojo berawal dari dua penjual antarkota yang teridentifikasi positif Covid-19,” kata Dewi
Meski penularannya di pasar luar Gunungkidul, gerak cepat petugas dilakukan agar pencegahan dini dapat efektif memutus mata rantai penularan virus. Kemarin dinas menyediakan 110 alat rapid test. “Dengan target para pedagang pasar,” ucapnya.
Pihaknya mengapresiasi kerelaan pedagang melakukan pemeriksaan kesehatan deteksi dini virus korona. Dalam perkembangannya, jika diperlukan alat akan ditambah sesuai kebutuhan di lapangan. “Lokasi rapid test berada di lantai dua,” ungkapnya.
Seorang pedagang Harni, 47, mengaku bersemangat menjalani rapid test untuk memastikan kondisi kesehatannya. Baginya, antisipasi sangat diperlukan di tengah pandemi virus korona. Selain itu pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. “Pemeriksaan ini sangat bagus agar tahu kondisi kesehatan,” katanyai. (gun/laz) Editor : Editor Content