Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan dengan menjaga kebersihan maka potensi timbulnya penyakit bisa diminimalisasi. Oleh sebab itu, dalam peringatan hari peduli sampah tahun ini mengambil tema berbeda.
"Yakni melaksanakan pengelolaan sampah terintegrasi dari gunung, sungai, hingga laut untuk mewujudkan Indonesia bersih sampah 2020," kata Badingah dalam peringatan Hari Sampah Nasional di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, kemarin.
Tema tersebut menjadi momentum pemkab mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk lingkungan pariwisata.
"Kunjungan wisata setiap tahun mengalami peningkatan. Maka menjadi kewajiban kita semua menjaga kebersihan," ujar Badingah.
Menurut Badingah, apel peringatan hari peduli sampah bertujuan memberi peringatan kepada semua pihak tidak membuang sampah sembarangan. Karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
"Kesadaran mengelola sampah masyarakat itu sangat penting dan berharap jangan sampai Gunungkidul menjadi kota sampah," kata Badingah.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Khairudin peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh 21 Februari ditandai gerakan menanam 10 ribu bibit pohon di sepanjang pantai dan sekitar Kota Wonosari. "Nenek moyang kita seorang pelaut bukan pembuang sampah di laut," kata Khairudin.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan volume sampah di objek wisata terus meningkat. Baik limbah yang dihasilkan pedagang maupun sampah kiriman laut. Sekitar 40 personel petugas sampah setiap hari hilir mudik mengangkat kotoran ke TPAS dengan jarak puluhan kilometer.
"Kami juga menghadapi persoalan limbah jeroan ikan. Selain merepotkan petugas, sampah basah tersebut memicu bau," ujar Khairudin.
Selama ini pihaknya telah memberikan imbauan kepada para pedagang supaya menampung jeroan ikan pada tempatnya. Limbah basah seperti itu jika dibuang sembarangan selain menjadi sampah visual juga memicu bau busuk.
"Karena itu terlebih dahulu harus disimpan dalam kantong kemudian diambil petugas," terang Khairudin.
Tidak hanya jeroan ikan, sampah batok kelapa juga merepotkan. Selain melimpah juga berat ketika diangkut. Namun apapun yang terjadi kondisi sampah menjadi bagian dari tugas pokok dinas periwisata. (gun/iwa/mg1) Editor : Editor News