Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ngeri, Seminggu Sekali Ada Enam Orang Bunuh Diri

Editor News • Kamis, 2 Februari 2017 | 01:36 WIB
Photo
Photo

RADARJOGJA.CO.ID – Kasus bunuh diri masih mewarnai setiap pergantian tahun. Dalam sebulan terakhir, ada enam kasus orang mengakhiri hidup dengan cara sadis.

Data dari Polres Gunungkidul, kebanyakan kasus bunuh diri didominasi dengan cara gantung diri. Data tertinggi kasus bunuh diri pada tahun 2012. Jumlahnya mencapai 39 orang. Kemudian jumlah tersebut turun pada 2013 menjadi 29 kasus.Tahun berikutnya, 2014, kembali turun menjadi 19 kasus. Namun naik lagi pada 2015 menjadi 31 kasus.

Memasuki 2016, ada 28 kasus dan 3 orang percobaan bunuh diri. Angka kasus bunuh diri di Gunungkidul sendiri rata-rata 25 orang per tahun.

"Data tahun ini per Januari, ada enam orang meninggal karena bunuh diri," kata Kabag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino, Selasa (31/1).

Pemkab Gunungkidul berupaya meningkatkan peran Satgas Berani Hidup yang dibentuk beberapa waktu lalu. Namun, peran dari masyarakat untuk menekan kasus bunuh diri juga dilibatkan.

"Jadi, masyarakat bisa ikut berperan serta dalam memonitor lingkungan. Mereka diminta peka dengan situasi sekeliling, sehingga bisa melapor pada petugas Puskesmas setempat," kata Badingah.

Jika masyarakat peka pada situasi di wilayah masing-masing, lanjut Badingah, potensi munculnya kasus bunuh diri bisa terdeteksi dan dilakukan pencegahan sedini mungkin. "Diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat," ucapnya.

Soal kendala antisipasi bunuh diri, menurut Badingah persoalannya pada jumlah personil dokter kesehatan jiwa. Jumlah dokter jiwa di Gunungkidul masih kurang.

"Baru ada satu orang di RSUD WOnosari. Untuk dokter yang ada di Puskesmas, sudah dilatih mengenai penanganan kesehatan jiwa," ujarnya.

Dalam upaya menekan kasus bunuh diri, pemkab berkoordinasi kepolisian. Salah satunya melalui peran Babimkamtibmas. Baik melalui sosialisasi maupun pendekatan lainnya. "Sosialisasi bisa dilakukan dengan pendekatan keagamaan," katanya.(gun/hes) Editor : Editor News
#RSUD Wonosari #Polres Gunungkidul #bunuh diri #Satgas Berani Hidup